Hari Pelanggan Nasional, PLN Dorong Pengelolaan Sampah dan Kemandirian Warga Kampung Adat Kuta


JATENGPOS.CO.ID,  CIAMIS – Memaknai Hari Pelanggan Nasional, PT PLN (Persero) terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya dilakukan di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dengan mendorong pengelolaan lingkungan dan kemandirian masyarakat.

Program yang dijalankan PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar, penguatan lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berupa bantuan, tetapi juga mendorong sistem pengelolaan yang dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kampung Adat Kuta dikenal memiliki nilai sejarah dan kearifan lokal yang kuat dalam menjaga keseimbangan alam. Namun, masyarakat setempat pernah menghadapi persoalan lingkungan setelah kebakaran pada 2022 menghanguskan lima rumah warga yang diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah dan merembet ke permukiman.

Dijelaskan, peristiwa tersebut kemudian menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengelolaan sampah. PLN melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan program yang tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun sistem pengelolaan lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang.

“Dengan adanya bantuan dari PLN untuk Kampung Adat Kuta, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku, penguatan kelembagaan, dan peluang ekonomi masyarakat,” ujar penggerak masyarakat Kampung Adat Kuta, Firman Khabibi.

Baca juga:  Libur Panjang, Konsumsi Pertamax dan LPG Melonjak Tajam

Selain sektor lingkungan, PLN UID Jawa Barat memberikan penambahan daya listrik secara gratis bagi 16 pelanggan serta perbaikan instalasi kelistrikan pada 79 rumah adat. Bantuan tersebut diarahkan untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi secara aman, baik untuk rumah tangga, pendidikan, kegiatan sosial maupun aktivitas ekonomi produktif.

Ditambahkan, pengelolaan sampah menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Sampah dedaunan dan kotoran hewan yang sebelumnya berpotensi menjadi persoalan lingkungan diarahkan untuk diolah menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Firman Khabibi turut menjadi salah satu penggerak keberlanjutan program GERAK KUTA. Ia berperan sebagai inisiator, community organizer dan penghubung antara masyarakat dengan PLN, pemerintah, perguruan tinggi serta berbagai pemangku kepentingan.

“Pengelolaan sampah dilakukan secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, pencacahan, pengomposan, pemanfaatan hingga pemasaran,” tuturnya.

Dukungan PLN Peduli berupa mesin pencacah, kendaraan roda tiga, sarana pengumpulan sampah serta pelatihan usaha kemudian diintegrasikan dengan aktivitas produktif yang dikelola masyarakat. Pengembangan produk hasil pengolahan sampah juga diarahkan melalui kerja sama dengan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat keberlanjutan dan akses pasar.

Baca juga:  BPJS Kesehatan Kembali Uji Coba Fingerprint di Sejumlah RS

Menurutnya, keberadaan listrik yang andal juga ikut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemanfaatan listrik diarahkan untuk menunjang kegiatan UMKM sehingga potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif.

Kehadiran PLN di Kampung Adat Kuta juga diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan adat masyarakat. Dalam Tradisi Nyuguh, ritual tahunan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi sekaligus doa keselamatan, PLN melalui UP3 Tasikmalaya menyiagakan personel dan Genset Mobile untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama prosesi berlangsung.

Kolaborasi antara PLN, pemerintah, tokoh adat, masyarakat dan para penggerak lokal menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan yang dikelola masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi wilayah setempat.

Manager UPT Cirebon Andi Setiawan menegaskan, momentum Hari Pelanggan Nasional menjadi pengingat bagi PLN untuk terus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lingkungan yang lebih aman, masyarakat yang semakin mandiri, serta perkembangan sosial dan ekonomi yang tetap sejalan dengan nilai-nilai kearifan lokal.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...