JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Executive Vice President Management Geothermal PT. PLN, John Yudi Steve Rembet, menjamin obyek wisata Candi Gendong Songo aman dari rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Obyek wisata itu tidak tersentuh dan tetap beroperasi seperti biasa.
Hal itu disampaiknya usai dialog Stakeholder Gunung Ungaran: Manfaat, Resiko, dan Suara Masyarakat, yang digelar FISIP Undip Semarang, Kamis 17 Septber 2026.
“Kami jamin aman, karena explorasi tidak akan menyentuh lokasi Gedong Songo, kami akan berusaha hindari itu,” katanya, saat ditanya Jateng Pos.Co.Id.
Menurut John, saat ini titik pasti pengeboran belum ditentukan. Namun perimeternya sekitar dua kilometer di luar kawasan Candi. Juga tidak diatas persis sumur uap panas yang keluar di atas Candi Gedong Songo.
“Titiknya belum kami pastikan karena masih tahap kajian, yang jelas perimeternya jauh dari Gedong Songo, sekitar dua kilo meter atau lebih atau bisa lebih jauh dari itu,” imbuhnya.
Asal tahu, Kementerian ESDM sudah mengeluarkan surat resmi dan menunjuk PLN sebagai operator proyek geothermal Ungaran. Indoensia termasuk negara yang menyepakati Paris Agreement bahwa tahun 2060 semua sumber energi harus beralih ke energi ramah lingkungan (energi hijau).
Proyek dengan kapasitar 55 Mega Watt ini akan menggunakan lahan 29 ribuan hektar untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (AKP). Saat ini masih tahap kajian dan pengurusan ijin. Jika lancar tahun 2029 tahap explorasi dan 2031 tahap exploitasi (operasional). Namun proyek ini ditolak kalangan aliansi penyelamat gunung dan masyarakat sekitar. Mengingat wilayah candi Gedong Songo obyek wisata dan banyak candi yang harus dilindungi. Petani takut sumber air berkurang dan lingkungan terganggu. (jan)




