JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Suporter Macan Muria (SMM) menuntut manajemen tim kesebelasan Persiku Kudus segera melakukan pembenahan total, akibat karut-marut tata kelola klub. Desakan ini memuncak setelah laga kandang Persiku kontra PSIS Semarang yang sedianya digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Minggu (27/9), resmi ditunda akibat belum terbitnya izin keramaian dari pihak kepolisian.
Ketua Harian SMM, Iqbal Tawakkal, menyayangkan insiden memalukan ini kembali terulang. Ia menilai manajemen tidak tertib dalam mengurus kebutuhan mendasar pertandingan, terutama urusan administrasi perizinan.
‘’Kami menuntut manajemen berbenah. Jangan sampai masalah sebelumnya terulang lagi, sampai pertandingan ditunda karena surat ke polisi belum dikirim,’’ ujar Iqbal, saat dihubungi, baru-baru ini.
Selain bobroknya urusan administrasi, SMM juga menyoroti rusaknya komunikasi di internal klub. Menurut Iqbal, jangankan membuka ruang dialog dengan suporter, koordinasi antarpetinggi manajemen pun dinilai sangat buruk dan pecah kongsi.
Menurut Iqbal, Presiden klub disebut-sebut sulit ditemui, sementara manajer tim jarang dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis. Kondisi ini membuat publik kebingungan mencari tahu siapa yang memegang otoritas tertinggi di tubuh Persiku saat ini.
SMM kini menaruh kekhawatiran besar pada laga berikutnya yang dijadwalkan bergulir dalam waktu dekat. Pasalnya, regulasi kompetisi iLeague mengamanatkan bahwa pengurusan izin pertandingan wajib diajukan paling lambat H-14, sementara pihak kepolisian bahkan menetapkan standar H-20.
Mengingat jeda pertandingan yang sangat mepet, suporter mendesak manajemen membuktikan apakah surat izin untuk laga selanjutnya sudah dikirimkan atau belum,’’Kami tegaskan tidak akan tinggal diam melihat tim kebanggaan kami disepelekan oleh manajemennya sendiri,’’ tegasnya.
Dampak penundaan mendadak tersebut dirasakan langsung oleh ratusan suporter yang sudah telanjur bertolak menuju Bantul. Perwakilan SMM lainnya, Muhammad Ilyas, mengungkapkan rasa kekecewaan mendalam dari para pendukung yang telanjur tiba di lokasi pertandingan.
‘’Penundaannya sangat mendadak, tidak ada keterangan sama sekali dari manajemen. Bahkan, manajemen dan tim tidak ada yang menemui teman-teman suporter di lapangan,’’ kata Ilyas.
Ilyas memperingatkan manajemen untuk segera menyudahi ego dan menghentikan blunder administratif ini. Jika pengelolaan klub amatiran seperti ini terus dipertahankan, nasib buruk tidak menutup kemungkinan bakal menimpa Persiku.
‘’Kalau terus seperti ini, konsekuensinya bisa saja Persiku Kudus terdegradasi ke Liga 3,’’ pungkasnya. (han/rit)





