JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Pemkab Kudus memastikan proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat (GKS) sama sekali tidak menggunakan dana pinjaman perbankan. Proyek Strategis Daerah (PSD) senilai Rp 91,4 miliar itu, murni dibiayai oleh kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dikelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi.
Diketahui, rencana awal Pemkab Kudus meminjam dana segar sebesar Rp 30 miliar hingga Rp 80 miliar dari bank resmi. Keputusan ini diambil setelah jajaran manajemen RSUD melakukan kalkulasi ulang terhadap proyeksi pendapatan dan efisiensi belanja sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus, Eko Djumartono, menjelaskan bahwa perputaran arus kas di RSUD dr. Loekmono Hadi saat ini dinilai masih sangat mencukupi untuk mengover seluruh biaya konstruksi secara mandiri.
‘’Hasil paparan dari RSUD setelah dihitung kembali tren pendapatan tahun 2026 dan efisiensi belanja, RSUD belum perlu untuk meminjam,’’ ujar Eko, baru-baru ini.
Proyek yang berdiri di atas lahan Eks Matahari Extention Mall ini awalnya memiliki nilai pagu anggaran sebesar Rp 110 miliar. Namun, setelah melalui proses peninjauan ulang (review) oleh tenaga ahli, nilai pagu berhasil ditekan menjadi Rp 99,6 miliar sebelum memasuki tahapan lelang.
Melalui proses lelang terbuka, PT Gala Tama Semarang keluar sebagai pemenang dengan nilai kontrak final sebesar Rp 91,4 miliar. Penurunan nilai kontrak ini juga menjadi salah satu faktor kuat yang memantapkan langkah Pemkab Kudus untuk mengandalkan dana BLUD sepenuhnya.
Proyek pembangunan gedung enam lantai ini telah resmi dimulai sejak 19 Mei 2026 lalu, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Pihak pembuat kebijakan menargetkan seluruh proses konstruksi rampung pada Desember 2026.
‘’Kami berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai sesuai target waktu yang telah ditentukan,’’ tambah Eko.
Gedung Kudus Sehat dirancang dengan konsep modern yang mengintegrasikan layanan kesehatan dan pusat ekonomi. Bangunan ini akan terdiri dari enam lantai utama dan satu lantai semi-basement.
Selain difungsikan untuk ruang rawat inap kelas VIP dan VVIP, gedung ini juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang menarik. Meliputi sisi utara untuk area stan (tenant) dan pusat perbelanjaan modern. Lalu sisi selatan dan timur untuk penginapan atau hotel untuk umum serta fasilitas singgah dokter internship dan tenaga medis.
Sedangkan Lantai Bawah, untuk ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk-produk khas Kudus. Kemudian fasilitas umum digunakan Area parkir yang luas di bagian bawah gedung.
Melalui konsep integrasi ini, Gedung Kudus Sehat diharapkan tidak sekadar menjadi pusat pelayanan medis yang prima, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya. (han/rit)






