JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Perum BULOG mencetak rekor pengadaan beras tertinggi sepanjang sejarah dengan realisasi mencapai 4.115.014 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Dari capaian nasional tersebut, Jawa Tengah turut berkontribusi melalui realisasi pengadaan 406.253 ton setara beras hingga 9 Oktober 2026.
Realisasi nasional tersebut mencapai 102,88 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton. Sementara itu, pengadaan di Jawa Tengah telah mencapai 108,43 persen dari target 374.658 ton, menandai keberhasilan penyerapan di wilayah ini melampaui sasaran yang ditetapkan.
Capaian nasional tersebut sekaligus melampaui realisasi pengadaan 2025 sebesar 3.191.969 ton setara beras. Rekor sebelumnya tercatat pada 2012 dengan pengadaan mencapai 3,65 juta ton, sehingga realisasi tahun ini menjadi capaian tertinggi sejak BULOG berdiri.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Jawa Tengah, Sri Muniati mengatakan, keberhasilan pengadaan di wilayahnya tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam mendukung penyerapan hasil panen petani. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ketersediaan pangan di daerah sekaligus mendukung pencapaian nasional.
“Pencapaian realisasi pengadaan gabah dan beras Jawa Tengah yang menembus 108,43 persen merupakan bukti nyata dari kerja keras, kolaborasi, dan dedikasi luar biasa di lapangan,” ujar Sri Muniati.
Hingga 9 Oktober 2026, BULOG Jateng telah menyerap 788.606 ton gabah atau setara 406.253 ton beras. Penyerapan tersebut menjadi salah satu wujud kontribusi daerah dalam memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sekaligus menjaga hasil produksi petani tetap terserap.
Menurutnya, pencapaian tersebut didukung peran petani, mitra pengadaan, dinas terkait, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh jajaran BULOG di Jawa Tengah. Sinergi berbagai pihak diperlukan agar proses penyerapan berjalan optimal, terutama saat produksi pertanian memasuki masa panen.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petani, mitra kerja pengadaan, dinas terkait, unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh tim BULOG se-Jawa Tengah yang bekerja tanpa lelah menjaga pasokan pangan daerah,” ungkapnya.
Untuk mempertahankan capaian tersebut, BULOG mengoptimalkan jaringan pembelian di tingkat produksi, kesiapan sarana pengolahan, serta kapasitas pergudangan. Percepatan penyerapan juga dilakukan dengan menyesuaikan momentum panen agar gabah petani dapat diserap secara maksimal.
Pengadaan dalam jumlah besar ini memperkuat cadangan pangan pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung stabilisasi harga dan penyaluran beras kepada masyarakat sesuai kebijakan pemerintah. Di sisi lain, penyerapan hasil panen diharapkan memberikan kepastian pasar bagi petani serta menjaga keberlangsungan usaha pertanian.
Keberhasilan BULOG mencetak rekor pengadaan nasional menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan. Dengan realisasi yang telah melampaui target, Jawa Tengah turut mengambil peran dalam menopang ketersediaan stok beras nasional.
BULOG berkomitmen melanjutkan penyerapan gabah dan beras hingga akhir 2026 melalui penguatan operasional dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kesinambungan pasokan pangan sekaligus memperkuat kontribusi petani dan daerah terhadap ketahanan pangan Indonesia.(aln)






