JATENGPOS.CO.ID, KUDUS – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengapresiasi kualitas pelayanan dan kesiapan RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus, dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyatakan bahwa RSUD Kudus layak menjadi salah satu rumah sakit percontohan nasional, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan Tuberkulosis (TBC).
Pernyataan tersebut disampaikan Benjamin saat melakukan kunjungan kerja untuk memantau kesiapan fasilitas kesehatan dan mengevaluasi program kesehatan di Jawa Tengah, termasuk pelayanan RSUD Kudus.
‘’Tujuan kami adalah melihat pelayanan RSUD Kudus dan kesiapan pemerintah daerah dalam rangka mengatasi kekurangan dokter spesialis di Indonesia. Kami sangat bangga RSUD di Kota Kudus ini dipersiapkan menjadi pusat pendidikan dokter spesialis jantung mandiri. Kelengkapan fasilitas serta pengalaman menangani ribuan pasien membuktikan kualitasnya sudah sangat baik,’’ ujar Benjamin, dalam kunjungan kerjanya, Selasa (13/10) sore.
Selain penanganan penyakit jantung, Kemenkes juga meninjau ruang pelayanan Poli TBC di RSUD Kudus. Benjamin menegaskan, penanganan TBC menjadi salah satu prioritas utama Pemerintah RI di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, mengingat insidensi kasus TBC di Indonesia saat ini menduduki peringkat tinggi di dunia.
‘’Indonesia berada di peringkat kedua dunia untuk total kasus TBC, bahkan nomor satu jika dihitung per 100 ribu penduduk. Target Presiden adalah Indonesia segera bebas TBC. Di RSUD Kudus ini, ruang penanganan TBC sudah sangat bagus dan siap,’’ jelasnya.
Guna mempercepat penemuan kasus TBC dan pencegahan komplikasi penyakit, Kemenkes RI bakal memperlengkap seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas) dengan alat diagnostik canggih. Untuk Kabupaten Kudus, sebanyak 19 Puskesmas dipastikan akan menerima bantuan alat penunjang medis baru.
‘’Pemerintah pusat mendistribusikan alat diagnostik NPOC (Near-Patient Open-Care/Point of Care) serta Mobile X-Ray ke setiap Puskesmas. Di Kabupaten Kudus ada 19 Puskesmas, berarti akan ada penambahan 19 unit alat beserta penempatan tenaga radiografer yang siap diangkat dari pusat,’’ terang Benjamin.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes memuji pencapaian Provinsi Jawa Tengah sebagai wilayah dengan cakupan Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbaik se-Indonesia. Tercatat sekitar 18 juta penduduk Jawa Tengah telah memanfaatkan program pemeriksaan kesehatan berkala tersebut.
Langkah ini sejalan dengan target nasional untuk meningkatkan Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Indonesia dari 74 tahun saat ini menjadi 76 tahun pada 2029 mendatang dalam kondisi sehat.
‘’Pengobatan di rumah sakit kita sudah sangat baik, namun kuncinya ada pada pencegahan. Melalui pemeriksaan kesehatan gratis minimal satu tahun sekali, komplikasi seperti hipertensi dan diabetes bisa dicegah sejak dini. Kami mengajak media untuk terus mengedukasi masyarakat agar rajin memeriksakan kesehatan sebelum sakit,’’ pungkasnya. (han/rit)







