Revitalisasi Keraton Kulon Dimulai, Pemulihan Fisik Menjaga Keaslian Bangunan


JATENGPOS.CO.ID, SOLO — Revitalisasi kawasan Keraton Kulon (Keraton Kilen) di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat resmi memasuki tahap pelaksanaan sejak Jumat (16/10). Pemulihan tiga bangunan bersejarah—Bangsal Pradongga Lor, Bangsal Bujana, dan Bangsal Pradongga Kidul—difokuskan pada pemulihan fisik tanpa mengubah keaslian arsitektur serta nilai historis kawasan.

Rangkaian persiapan diawali rapat Pre Construction Meeting (PCM) secara daring oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, dilanjutkan peninjauan langsung ke lokasi pada Jumat sore.

Anggota Tim Hukum Karaton Surakarta Hadiningrat/Lembaga Dewan Adat, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa koordinasi lapangan dilakukan untuk menyelaraskan gambar desain dengan kondisi faktual bangunan.

“Pada hari ini dilakukan rapat secara daring, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke lokasi bersama tim perencana, manajemen konstruksi, pelaksana, dan pihak-pihak terkait, termasuk dari karaton. Per hari ini, revitalisasi Keraton Kulon dinyatakan dimulai sehingga peralatan dan kebutuhan yang diperlukan untuk pekerjaan sudah bisa mulai didatangkan ke lokasi,” kata Eddy dalam keterangan pers, Sabtu (17/10).

Aspirasi mengenai pelestarian karakter bangunan turut disampaikan Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat GKR Wandansari (Gusti Moeng), serta Sinuhun Sri Susuhunan Pakubuwono XIV (PB XIV) yang hadir via Zoom.

Baca juga:  Konflik Keraton Solo Memanas: Rapat Keluarga Angkat Hangabehi sebagai PB XIV, GKR Timoer Serukan Perlawanan

“Jadi, sebetulnya lebih kepada menyesuaikan antara gambar desain dengan kondisi di lokasi. Ada aspirasi dari karaton yang diwakili Gusti Moeng maupun Sinuhun Pakubuwono XIV. Kemarin waktu Zoom, Sinuhun PB XIV juga sempat hadir dan menyampaikan pesan-pesan beliau. Setelah Zoom, kemudian dilanjutkan ke lapangan untuk mencocokkan gambar dengan kondisi lokasi,” ungkap Eddy.

Dari hasil peninjauan lapangan, disepakati untuk meniadakan penambahan tembok baru agar fokus pada pengembalian bentuk asli, perbaikan bagian rusak, dan perkuatan struktur rapuh.

“Di lapangan tadi disepakati bahwa rencana penambahan tembok baru ditiadakan. Keraton Kulon ini merupakan bagian yang sangat inti di karaton. Karena itu, yang disepakati adalah mengembalikan bangunan seperti aslinya. Bangunan yang rusak diperbaiki, bagian yang rapuh diperkuat kembali, tanpa penambahan-penambahan baru,” jelas Eddy.

Terkait aspek pelestarian, tim arkeolog mengimbau adanya pemeriksaan tingkat kerusakan sebelum pembongkaran agar material lama yang layak dapat dipertahankan.

“Arkeolog yang hadir tadi juga menyampaikan pesan khusus bahwa sebelum dibongkar, sebaiknya diketahui lebih dahulu tingkat kerusakannya. Jadi, kalau masih bisa digunakan, ya digunakan kembali, jangan langsung diganti. Intinya sejalan dengan pesan yang kami sampaikan,” pukas Eddy.

Baca juga:  Bupati Rober Bakal Reformasi TPA Sukosari

Selain itu, pengaturan elevasi tanah dihitung secara cermat untuk mencegah genangan air dari luar masuk ke kawasan.

“Kalau leveling-nya tidak diperhitungkan, air dari jalan di luar justru bisa masuk ke Keraton Kulon. Tadi hal itu juga menjadi perhatian dalam pembahasan,” tambah Eddy.

Sementara itu, pemilihan material atap antara genteng atau sirap masih dalam pembahasan lanjutan.

“Bangunan-bangunan di situ sekarang sudah menggunakan genteng. Ada usulan agar bangunan tersebut menggunakan sirap seperti bangunan keraton. Namun, apakah atapnya dikembalikan ke sirap atau tetap menggunakan genteng, hal itu masih perlu dirundingkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam rapat selanjutnya,” tuturnya.

Rapat PCM dan tinjauan lokasi tersebut dihadiri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Tedjowulan (Utusan Pemerintah berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026), Staf Khusus Menteri Kebudayaan B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi dan Basuki Teguh Yuwono, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, serta tim kontraktor dan konsultan manajemen konstruksi. (dea/rit)


TERKINI

Rekomendasi

...