JATENGPOS.CO.ID, KARANGANYAR- Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyalurkan bantuan permodalan melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) kepada masyarakat di Desa Gebyog, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, belum lama ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha kecil masyarakat, khususnya peternakan ayam, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat.
Sebagian besar penerima bantuan mengembangkan usaha peternakan ayam skala kecil. Selain ayam, terdapat pula masyarakat yang menjalankan usaha ternak bebek dan jenis usaha lainnya sesuai dengan pengalaman serta potensi yang mereka miliki.
“Ini tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Bantuan KUBE senilai Rp20 juta per kelompok yang terdiri dari 10 orang tersebut merupakan program dari Dinas Sosial Jateng.
Sumanto menekankan bahwa keberhasilan usaha tak hanya bergantung pada besarnya modal yang diterima. Tetapi juga pada sistem pengelolaan yang diterapkan. Menurutnya, peternak perlu memperhatikan efisiensi biaya produksi. Terutama pengeluaran untuk pakan yang menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam.
“Pikirannya jangan hanya modal, tetapi sistem. Kalau ayam dan pakannya semua beli, modal bisa habis,” kata Sumanto saat memberikan arahan kepada penerima bantuan.
Ia mendorong peternak untuk mencari cara menekan biaya pakan. Salah satunya dengan menanam jagung sendiri sebagai bahan pakan ternak. Dengan begitu, biaya operasional dapat dikendalikan sehingga usaha memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan keuntungan.
Menurut Sumanto, ayam kampung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha skala kecil dan menengah. Selain menghasilkan telur, daging ayam kampung juga gurih dan diminati pasar lokal. Karena itu, pengelolaan yang tepat harapannya mampu memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperhatikan tata kelola kandang, kebersihan lingkungan, serta perlindungan ternak dari gangguan hewan seperti tikus dan biawak. Pengetahuan mengenai pemeliharaan dan kesehatan unggas juga perlu ditingkatkan agar produktivitas ternak tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin (PFM) Dinas Sosial Jateng, Elliya Chariroh, berharap bantuan KUBE dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha penerima manfaat.
Ia menegaskan, pendampingan dan dukungan administrasi juga perlu dilakukan dengan baik agar program berjalan sesuai tujuan. Penerima bantuan juga ia harapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan usaha, termasuk fluktuasi harga telur.
“Harapannya, meskipun harga telur sedang turun, masyarakat tidak berputus asa. Saya yakin usaha ini bisa berkembang dengan baik dan menjadi percontohan di Jawa Tengah,” ujarnya.
Elliya menjelaskan, jenis usaha yang mendapatkan dukungan dipilih berdasarkan pengalaman dan potensi masyarakat setempat. Selain peternakan unggas, terdapat pula usaha peternakan kambing dan tambak di kawasan pesisir yang sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Program KUBE tersebut menyasar masyarakat dengan tingkat kesejahteraan pada kelompok desil 1–5. Melalui bantuan permodalan dan pendampingan tersebut, pihaknya berharap masyarakat dapat mengelola usaha secara mandiri, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Selain itu, mampu meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelanjutan. Pengawasan oleh dinas terkait juga diharapkan memastikan bantuan bermanfaat sesuai peruntukannya. (biz/muz)








