JATENGPOS.CO.ID SEMARANG – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mendesak percepatan rehabilitasi sekolah yang mengalami kerusakan. Ia menekankan bahwa kondisi bangunan yang tidak layak dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar dan membahayakan keselamatan siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Kalau bangunan rusak, proses belajar pasti terganggu,” katanya.Menurutnya, sejumlah sekolah di Jawa Tengah masih menghadapi masalah infrastruktur, mulai dari atap yang rusak, plafon lapuk, hingga ruang kelas yang tidak layak pakai. Kondisi ini kerap membuat kegiatan belajar terpaksa dilakukan secara bergantian atau di ruang sementara.
Meski begitu, Heri mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah mengalokasikan anggaran dari APBD 2026 untuk rehabilitasi sarana pendidikan. Namun, ia menilai upaya tersebut perlu dipercepat dan diperluas cakupannya.
“Anggaran sudah ada, sekarang yang dibutuhkan adalah percepatan pelaksanaan di lapangan. Jangan sampai perbaikan molor dan siswa terus belajar dalam kondisi tidak nyaman,” tegasnya.
Sementara itu, data menunjukkan Pemprov Jateng mengalokasikan Rp24,5 miliar untuk merehabilitasi 21 sekolah, terutama SMA, SMK dan SLB yang kondisinya paling mendesak. Selain itu, bantuan khusus juga diberikan untuk sekolah dasar yang mengalami kerusakan parah di sejumlah daerah.
Heri menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah pusat. Banyak kasus kerusakan sekolah yang membutuhkan dukungan lintas kewenangan agar penanganannya lebih cepat.
Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan rutin. Menurutnya, kerusakan berat sering terjadi karena perawatan yang kurang optimal dalam jangka panjang.
“Kita harus pastikan hasil perbaikannya berkualitas. Jangan sampai baru diperbaiki sudah rusak lagi dalam waktu singkat,” ujar politikus Partai Gerindera tersebut.
Pihaknya berharap, seluruh pihak bergerak bersama. Dengan percepatan rehabilitasi, proses belajar mengajar di Jawa Tengah dapat berjalan lebih optimal dan siswa mendapatkan hak pendidikan yang layak.
“Anak-anak kita berhak belajar di sekolah yang aman. Itu tanggung jawab kita bersama,” pungkas Heri Londo, sapaan akrabnya. (sgt)








