Dari Chat Jadi Omzet, Polytron Dorong UMKM Kuliner Semarang Optimalkan WhatsApp


JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Polytron mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Semarang mengoptimalkan pengelolaan data pelanggan dan pemanfaatan WhatsApp untuk meningkatkan penjualan. Upaya tersebut dilakukan melalui program UMKM Naik Level bareng Polytron yang membekali pelaku usaha dengan strategi membangun hubungan pelanggan dan mendorong pembelian berulang.

Melalui kolaborasi dengan platform riset Populix, Polytron juga meluncurkan UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level yang memuat hasil riset lapangan mengenai tantangan dan peluang pengembangan UMKM di Indonesia. Kegiatan workshop di Semarang tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM yang mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan bisnis, peningkatan kualitas pelayanan, serta pemanfaatan teknologi digital.

Head of Public Communications Polytron, Vina Julita Wijaya mengatakan, banyak pelaku UMKM menghadapi hambatan karena masih berpegang pada asumsi yang kurang tepat dalam mengembangkan usaha. Melalui handbook tersebut, Polytron dan Populix menguraikan lima mitos UMKM yang perlu diluruskan berdasarkan temuan di lapangan.

Salah satu temuan menunjukkan 80 persen pelaku UMKM merupakan perintis usaha, dengan 57 persen di antaranya terdorong oleh keinginan untuk mandiri dan 46 persen melihat peluang pasar yang menjanjikan. Namun, sebanyak 48 persen pelaku usaha masih mencatat transaksi secara manual sehingga berpotensi menyulitkan pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis.

Dari sisi operasional, pengembangan usaha juga tidak selalu harus dimulai dengan membuka banyak cabang atau menaikkan harga produk. Penataan sistem dan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan sumber daya manusia, serta pemilihan peralatan yang sesuai kebutuhan menjadi langkah penting untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan usaha.

Baca juga:  Pemda Dukung Penuh Pembelian LPG 3 Kg Pakai KTP

Memahami Pelanggan, Membangun Kepercayaan

Dalam bisnis kuliner, menjaga pelanggan agar kembali membeli produk menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan. Pelaku usaha tidak hanya dituntut menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga perlu mendengarkan keluhan dan masukan konsumen sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan.

Pemilik Moaci Gemini, Stefania Catharine, mengatakan masukan pelanggan dapat membantu pelaku usaha mengenali kebutuhan konsumen sekaligus mengetahui aspek bisnis yang perlu diperbaiki.

“Keluhan pelanggan bukan sekadar kritik, tetapi juga masukan berharga bagi pelaku usaha untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi konsumen,” katanya.

Strategi Repeat Order melalui Data dan WhatsApp

Selain memperbaiki kualitas produk dan pelayanan, pengelolaan data pelanggan menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan pembelian berulang atau repeat order. Dalam sesi bertajuk Membangun Engine Repeat Order Bisnis Kuliner, Grace Amazia memaparkan pentingnya membangun basis data pelanggan dan memanfaatkan komunikasi personal untuk menjaga hubungan dengan konsumen.

Pelaku UMKM diperkenalkan pada pengelolaan data sederhana yang mencakup nama, nomor WhatsApp, tanggal lahir, menu favorit, hingga transaksi terakhir. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengenali preferensi pelanggan, menawarkan produk yang sesuai, memberikan promosi pada momen tertentu, serta menghubungi kembali konsumen yang sudah lama tidak bertransaksi.

WhatsApp juga dapat dimanfaatkan sebagai saluran komunikasi untuk menyampaikan informasi produk dan promosi secara lebih terarah. Namun, pesan yang dikirim perlu dibuat singkat, jelas, dan relevan dengan kebutuhan pelanggan, sekaligus memperhatikan izin penerimaan promosi agar komunikasi tidak mengganggu konsumen.

Baca juga:  Pemerintah Lanjutkan Program Kartu Prakerja di Tahun 2022

“Pengelolaan data pelanggan yang terstruktur membantu pelaku usaha memahami karakteristik dan kebutuhan konsumennya,” ujar Grace Amazia.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi pengelolaan hubungan pelanggan atau customer relationship management (CRM) memungkinkan UMKM mengelompokkan pelanggan, mencatat riwayat interaksi, dan menyusun komunikasi yang lebih relevan. Dengan strategi tersebut, hubungan dengan konsumen dapat terjaga dan peluang pembelian berulang semakin terbuka.

Dibekali Praktik Langsung

Untuk membantu peserta menerapkan materi, workshop tersebut dilengkapi latihan praktis berupa penyusunan basis data dan segmentasi pelanggan, pembuatan tiga contoh pesan WhatsApp untuk situasi berbeda, serta penyusunan rencana aksi selama tujuh hari.

Sebagai dukungan lanjutan, peserta juga mendapatkan informasi mengenai penawaran berlangganan Mekari Qontak secara gratis hingga enam bulan, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Layanan tersebut dapat menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk mengenal pemanfaatan teknologi CRM dalam mengelola hubungan dengan pelanggan.

Melalui program UMKM Naik Level bareng Polytron, pelaku usaha diharapkan mampu mengembangkan bisnis secara lebih terukur, mulai dari memahami kebutuhan pelanggan, membenahi sistem operasional, memilih peralatan sesuai kebutuhan, hingga memperluas usaha secara bertahap.

Polytron menekankan bahwa pengembangan UMKM tidak semata-mata diukur dari besarnya omzet atau jumlah cabang, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha membangun sistem yang tertata, menjaga loyalitas pelanggan, dan menjalankan bisnis secara berkelanjutan.(aln)



TERKINI

Rekomendasi

...

KAI Daop 4 Semarang Imbau Masyarakat Waspadai...

KAI Ubah Jadwal KA di Daop 4...

Motis Lebaran Daop 4 Semarang Angkut 3.354...

Menko Airlangga Ajak Investasi di KEK

SIG Pasok 10 Ribu Ton Semen Bangun...