Awas! Salah Teknik Naik Turun Sepeda Motor Bisa Celaka


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kesalahan saat naik dan turun sepeda motor masih kerap dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Padahal, teknik yang kurang tepat dapat menyebabkan pengendara kehilangan keseimbangan hingga terjatuh atau sepeda motor menimpa diri sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Muhammad Iqbal, membagikan sejumlah tips untuk memastikan proses naik dan turun sepeda motor berlangsung aman. Menurutnya, pengendara perlu memperhatikan kondisi sekitar, posisi tubuh, kaki, tangan, hingga penggunaan standar motor.

“Naik turun sepeda motor masih dianggap hal sepele oleh sebagian pengendara, padahal risikonya cukup besar apabila tidak memahami teknik yang benar,” ujar Iqbal.

Sebelum naik atau turun dari sepeda motor, pengendara disarankan menoleh ke belakang dan memastikan kondisi sekitar aman. Langkah ini penting untuk menghindari risiko terserempet kendaraan lain maupun mengenai orang di sekitar dengan kaki saat berpindah posisi.

Selain itu, pengendara perlu menjaga jarak tubuh dengan sepeda motor. Saat berada di samping kiri motor, berikan jarak sekitar satu kepalan tangan atau 10–15 sentimeter agar ruang gerak tetap leluasa dan keseimbangan lebih mudah dijaga.

Baca juga:  Vaksinisasi Covid-19 di Klaten Berhadiah Motor Yamaha

Posisi tangan dan kaki juga perlu diperhatikan selama proses tersebut. Sebelum naik atau turun, pastikan tangan kanan mengoperasikan tuas rem depan agar motor tidak bergerak tiba-tiba, sedangkan kedua tangan tetap memegang kemudi untuk menjaga kendali.

Iqbal menjelaskan, kaki kanan sebaiknya diangkat melewati bagian belakang sepeda motor menuju sisi kanan, bukan disilangkan melalui bagian tengah motor. Setelah itu, kaki ditempatkan pada pijakan kaki atau *footstep* sesuai dengan jenis sepeda motor yang digunakan.

Pada motor sport dan cub, pengendara dapat menempatkan kaki kanan pada *footstep*, kemudian menginjak rem belakang. Sementara itu, pada motor matik, kaki kanan diangkat melalui bagian belakang motor sebelum ditempatkan pada pijakan kaki.

Untuk sepeda motor yang dilengkapi boks belakang, pengendara dapat menekuk kaki kanan dan memegang bagian tulang kering untuk membantu mengangkat kaki melewati boks. Setelah kaki berada di sisi kanan motor, tempatkan pada *footstep* dan injak rem belakang.

Baca juga:  SBI Raih 10 Penghargaan dari TOP CSR Awards 2023

Pengendara juga perlu menggunakan empat jari saat mengoperasikan tuas rem agar motor tetap stabil. Teknik ini membantu menjaga kendali, terutama ketika sepeda motor berada di jalan menanjak maupun menurun.

Dalam penggunaan standar motor, kaki yang lebih lemah dapat digunakan untuk mengoperasikan standar samping, sedangkan kaki yang lebih kuat bertugas menopang motor. Adapun saat menurunkan standar tengah, pengendara dapat menekan tuas standar menggunakan kaki sambil mendorong motor ke depan melalui kemudi.

Iqbal mengingatkan, setiap tahapan harus dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan dan memastikan sepeda motor terkendali. Pemahaman teknik dasar tersebut menjadi bagian penting dari kebiasaan berkendara yang aman.

“Oleh karena itu, selalu perhatikan keselamatan dan tetap #Cari_Aman saat berkendara,” tegasnya.(aln)

 



TERKINI

Rekomendasi

...