JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 tak hanya menjadi panggung persaingan atlet untuk memperebutkan medali. Ajang olahraga yang berlangsung pada 25–31 Oktober 2026 itu juga membawa berkah bagi sektor pariwisata dan perekonomian Kabupaten Semarang.
Lonjakan aktivitas terlihat dari meningkatnya kunjungan ke sejumlah obyek wisata hingga tingkat keterisian hotel. Bahkan, sejumlah wisatawan dan keluarga atlet memilih menyewa vila maupun homestay yang lokasinya berdekatan dengan venue pertandingan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang Wiwin Sulistyowati mengatakan, peningkatan okupansi hotel dirasakan sejumlah pengelola penginapan, di antaranya Tlogo Resort dan The Wujil. Permintaan akomodasi juga datang dari mereka yang membutuhkan tempat menginap dekat lokasi pertandingan.
“Hotel seperti Tlogo Resort dan The Wujil itu meningkat, tapi juga banyak yang menyewa vila atau homestay karena mencari yang dekat venue pertandingan,” ungkap Wiwin saat menyaksikan final cabang olahraga (cabor) dayung di Rawa Pening Bukit Cinta, Kecamatan Banyubiru, kemarin.
Menurut dia, dampak Porprov kali ini cukup besar karena rombongan yang datang tidak hanya terdiri dari atlet dan ofisial. Keluarga atlet serta para pendukung turut hadir untuk menyaksikan pertandingan sekaligus menikmati destinasi wisata di Kabupaten Semarang.
“Ini terhitung luar biasa, karena yang datang kan tidak hanya atlet dan ofisial, tapi juga keluarga dan pendukung. Jadi, ya perekonomian bergerak bagus,” kata Wiwin.
Kabupaten Semarang menjadi tuan rumah untuk 10 cabang olahraga dalam Porprov Jateng 2026. Kesepuluh cabor tersebut meliputi arung jeram, voli pasir, voli indoor, dayung, tenis meja, biliar, grasstrack, paralayang, gantole, dan karate.
Tersebarnya lokasi pertandingan di sejumlah wilayah membuat kehadiran peserta dan pendukung berpotensi menggerakkan berbagai sektor usaha. Selain penginapan, pelaku kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut merasakan dampak dari meningkatnya mobilitas pengunjung.
Wiwin menilai, momentum Porprov menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan wisata sekaligus produk lokal Kabupaten Semarang kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Apalagi, Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan kebijakan menggratiskan tiket masuk obyek wisata Bukit Cinta selama pelaksanaan pertandingan cabor dayung. Kebijakan tersebut membuat lebih banyak orang datang dan menikmati panorama Rawa Pening.
“Tentu yang berkunjung itu ingin mencicipi kuliner khas Kabupaten Semarang, lalu belanja oleh-oleh. Semua bergerak bagus ini, UMKM juga bagus,” ujarnya.
Wiwin mengatakan, secara umum pelaksanaan pertandingan Porprov Jateng 2026, khususnya cabor dayung, berlangsung baik dan lancar. Namun, ia berharap manfaat penyelenggaraan ajang olahraga tersebut tidak berhenti setelah seluruh pertandingan selesai.
Menurut dia, semakin banyak kegiatan berskala regional maupun nasional yang digelar di Kabupaten Semarang, semakin besar pula peluang daerah tersebut dikenal sebagai destinasi wisata.
” Kita harapkan dengan adanya berbagai event di Kabupaten Semarang semakin mempromosikan potensi wisata yang ada,” tuturnya.
Dengan demikian, Porprov Jateng 2026 tidak hanya meninggalkan catatan prestasi dan perolehan medali bagi para atlet. Ajang ini juga menjadi momentum untuk memperluas promosi pariwisata sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat Kabupaten Semarang. (muz)








