JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Perjalanan bus PO Bandung Express jurusan Bandung–Yogyakarta berakhir dengan kecelakaan di Jalan Lingkar Ambarawa (JLA), Kabupaten Semarang, Jumat (6/11/2026). Bus bernomor polisi D 7657 AB tersebut terguling setelah diduga mengalami pecah ban belakang sebelah kanan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB itu berlangsung di ruas jalan dari arah Bawen menuju Ngampin, tepatnya di sekitar Toko Sepeda Hani, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.
Bus yang dikemudikan Gert Jension (42), warga Jawa Barat, saat kejadian mengangkut 11 penumpang. Akibat kecelakaan tersebut, satu penumpang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD dr. Gunawan Mangunkusumo Ambarawa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka berat dalam peristiwa tersebut.
Kasat Lantas Polres Semarang AKP Bagus Satya Dhira didampingi Kanit Gakkum Iptu Handriani menjelaskan, berdasarkan keterangan awal saksi dan hasil penanganan di lokasi, bus melaju dari arah Bawen menuju Ngampin.
Namun, saat tiba di lokasi kejadian, ban belakang sebelah kanan bagian luar diduga pecah. Kondisi tersebut membuat bus kehilangan kendali hingga oleng dan akhirnya terguling.
“Dari hasil penanganan awal, kecelakaan diduga diawali pecahnya ban belakang sebelah kanan bagian luar yang mengakibatkan bus oleng hingga terguling. Dalam kejadian ini terdapat satu penumpang yang mengalami luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Tidak ada korban meninggal dunia,” jelas AKP Bagus.
Kecelakaan tersebut sempat berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di Jalan Lingkar Ambarawa. Petugas Satlantas Polres Semarang yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pengaturan lalu lintas, sekaligus mengupayakan evakuasi kendaraan.
Untuk mengantisipasi kemacetan selama proses evakuasi, polisi memberlakukan sistem buka tutup satu lajur secara bergantian. Sebagian kendaraan juga diarahkan melewati jalur utama Ambarawa maupun kawasan Pasar Projo.
“Selama proses evakuasi, arus lalu lintas di lokasi diberlakukan sistem buka tutup satu lajur secara bergantian. Petugas juga mengarahkan sebagian kendaraan melalui jalur utama Ambarawa maupun kawasan Pasar Projo. Langkah tersebut dilakukan agar arus kendaraan tetap berjalan dan tidak terjadi kemacetan,” tambahnya.
Penanganan dan evakuasi bus akhirnya rampung sekitar pukul 08.10 WIB. Setelah kendaraan berhasil dievakuasi, arus lalu lintas di ruas JLA tersebut kembali normal dan lancar.
Menyikapi kejadian ini, AKP Bagus mengingatkan seluruh pengemudi, khususnya sopir angkutan umum dan kendaraan berat, agar tidak mengabaikan pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum beroperasi.
Menurutnya, kondisi ban, sistem pengereman, serta komponen kendaraan lainnya harus dipastikan dalam keadaan baik dan laik jalan. Pemeriksaan rutin menjadi bagian penting untuk mencegah kecelakaan yang dapat membahayakan pengemudi maupun penumpang.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama. Kami mengingatkan pengemudi maupun perusahaan angkutan untuk rutin melakukan pemeriksaan kendaraan, terutama kondisi ban, sistem pengereman, dan komponen penting lainnya sebelum beroperasi. Apabila ditemukan kondisi kendaraan yang tidak layak, jangan dipaksakan untuk melanjutkan perjalanan,” pungkasnya. (muz)





