JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- Polda Metro Jaya terus mengusut kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tak sadarkan diri di depan Klinik Kecantikan Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis (23/7/2026).
Salah satu langkah yang akan diambil adalah ekshumasi atau pembongkaran kembali jenazah korban.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk proses tersebut.
“Polda Metro Jaya akan koordinasi dengan Polda Jateng,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Termasuk juga menyiapkan tim khusus. “Termasuk menyiapkan tim untuk ekshumasi dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Namun Budi belum bisa memastikan kapan tepatnya ekshumasi akan dilakukan. Permintaan ekshumasi ini datang dari pihak pelapor. Ekshumasi sendiri dilakukan agar penyidik bisa memeriksa lebih lanjut penyebab kematian korban.
Sebelum ekshumasi, polisi terlebih dahulu akan memeriksa dokter RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo.
“Minggu depan kami masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pertama kali pada saat pasien datang ke rumah sakit,” kata Budi.
Ini merupakan pemanggilan ulang karena sebelumnya dokter yang bersangkutan absen. Salah satu hal yang ingin didalami polisi adalah kabar yang viral bahwa Sutrimo meninggal dalam kondisi mulut berbusa.
“Mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar atau tidak itu merupakan sosok almarhum S,” jelas Budi.
Penyidik juga akan mencocokkan sejumlah video yang beredar, mulai dari video ambulans, keranda jenazah, hingga rekaman CCTV di lokasi.
Sutrimo pertama kali ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026). Ia kemudian dibawa dengan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan meninggal dunia.
Beredar informasi bahwa korban merupakan Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah. Namun hal itu masih didalami polisi.
“Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait laporan tersebut,” pungkas Budi.
Diketahui, jenazah Sutrimo sudah dimakamkan di pemakaman umum di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas pada Selasa (28/7/2026) malam. Jenazah korban dibawa ambulans tiba di rumah duka di Wlahar sekitar pukul 22.00 WIB, kemudian oleh keluarga dimakamkan pada malam itu. (dbs/muz)






