30 C
Semarang
Sabtu, 31 Januari 2026

Undip Dorong Peningkatan Kapasitas Produksi UMKM Keripik Buah di Desa Tumbrep

JATENGPOS.CO.ID, BATANG – Tim dosen Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) yang terdiri dari Nikolaus Ageng Prathama, S.I.Kom., M.I.Kom., Annisa Yasmin S.M., M.M, dan Deddy Sulestiyono S.E.,S.T.,M.M., serta tim mahasiswa, melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada Peningkatan Produktivitas Pengusaha Keripik Buah Desa Tumbrep.

Kegiatan ini berlangsung pada 24 September 2025 di Kampus Undip Batang.

Desa Tumbrep merupakan salah satu desa di Kecamatan Bandar, Batang, yang terletak di kawasan dataran tinggi berhawa sejuk dan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan.

Berbagai komoditas, terutama buah pisang tumbuh subur di wilayah ini. Namun, adanya supply yang melimpah, pada sisi yang lain, permintaan pasar relatif rendah dan cenderung stagnan. Kondisi tersebut kerap menyulitkan petani dan pedagang, karena komoditas pisang mudah rusak sebelum terjual.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim dosen Undip berkolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Karang Taruna Desa Tumbrep dalam mendorong pengembangan produk olahan berupa keripik buah.

Baca juga:  Melek Literasi, Ratusan Guru Belajar Menulis

Dalam kegiatan ini, mitra yang menjadi sasaran adalah anggota mitra binaan yang selama ini telah berusaha memproduksi keripik pisang, namun masih terkendala pada peralatan produksi.

Sebagai wujud dukungan konkret, tim pengabdian memberikan hibah berupa mesin dehidrator kepada salah satu mitra binaan yaitu Pak Tikun.

Dengan adanya mesin dehidrator ini, diharapkan kualitas keripik buah dapat meningkat, sekaligus membuka peluang inovasi produk baru yang dapat dipasarkan secara lebih luas.

“Dari dulu saya memang pengin punya mesin dehidrator ini biar produksi keripiknya lebih maksimal. Syukurlah sekarang bisa terwujud lewat bantuan dari tim dosen UNDIP. Bantuan ini pas banget sama apa yang saya butuhkan,” tutur Pak Tikun.

Selain keripik pisang, Pak Tikun juga memperkenalkan inovasi olahan terbaru, yakni rambak pisang. Jika biasanya rambak dibuat dari kulit sapi, kali ini diolah menggunakan bahan dasar pisang, yang menghadirkan cita rasa yang unik dan berbeda.

Baca juga:  Fun Run Pomnas XIX Jateng Kolaborasi Unimus - Undip, Wujudkan Kebersaman Semangat Olahraga

Inovasi ini mengesankan tim pengabdian. Kreativitas dan spirit ini pun semakin meyakinkan tim pengabdian bahwa hibah mesin dehidrator yang diberikan jatuh ke tangan yang tepat.

“Semoga dengan adanya mesin dehidrator ini, kualitas keripik buah yang dihasilkan Pak Tikun dapat semakin meningkat. Dengan begitu, produk keripik ini tidak hanya layak dijual di toko-toko UMKM, tetapi juga bisa masuk ke marketplace terkenal dan mampu bersaing dengan produk sejenis dari daerah lain,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Nikolaus Ageng Prathama, yang diamini oleh seluruh tim pengabdian.

Melalui program pengabdian ini, diharapkan UMKM Desa Tumbrep dapat semakin berkembang untuk meningkatkan daya saing produk lokal serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha keripik buah. (biz/rit)



TERKINI

Rekomendasi

...