JATENGPOS.CO.ID, KENDAL- Puluhan ibu-ibu PKK Dusun Surodadi, Desa Cacaban, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Kamis pagi tampak antusias duduk melingkar di balai dusun. Bukan untuk arisan, tapi untuk mengikuti edukasi kesehatan dari Mahasiswa KKN XV Universitas Ngudi Waluyo (UNW) Ungaran tahun 2026.
Lewat program kerja bidang kesehatan, mahasiswa mengajak warga memahami bahaya hipertensi sekaligus belajar cara “DAGUSIBU” — Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang kesehatan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan hipertensi serta penggunaan obat yang benar dan rasional.
Kegiatan diawali dengan skrining kesehatan yaitu cek tekanan darah dan cek gula dalam darah. Acara dilanjutkan pengajian oleh ibu-ibu PKK serta sambutan dari ketua mahasiswa KKN yang memperkenalkan diri dan anggota kelompok.
Selanjutnya, ibu-ibu diberikan edukasi kesehatan mengenai hipertensi yang meliputi pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, komplikasi, serta langkah-langkah pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.
Dalam penyampaian materi, masyarakat juga diajak menerapkan perilaku CERDIK, yaitu Cek Kesehatan Secara Berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet sehat dengan gizi seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stres sebagai upaya mencegah penyakit tidak menular.
Setelah edukasi hipertensi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi DAGUSIBU. Mahasiswa menjelaskan pentingnya memperoleh obat dari tempat yang resmi, menggunakan obat sesuai aturan pakai dan anjuran tenaga kesehatan, menyimpan obat pada tempat yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga, serta membuang obat yang rusak atau kedaluwarsa dengan cara yang benar agar tidak membahayakan lingkungan maupun masyarakat.
Sebagai media pendukung edukasi, mahasiswa KKN membagikan leaflet kepada seluruh ibu-ibu PKK. Leaflet tersebut berisi informasi singkat mengenai hipertensi, cara pencegahan, penerapan pola hidup sehat, serta panduan DAGUSIBU sehingga dapat dibaca kembali materi yang telah disampaikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapat antusiasme yang tinggi. Ibu-ibu mengikuti penyuluhan dengan aktif, mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengendalian tekanan darah, penggunaan obat antihipertensi, serta cara penyimpanan obat yang aman di rumah. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya minat warga sekitar untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN XV UNW berharap masyarakat Desa Cacaban semakin memahami pentingnya pencegahan hipertensi serta mampu menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam penggunaan obat. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, diharapkan dapat terbentuk perilaku hidup sehat dan penggunaan obat yang lebih bijak sehingga derajat kesehatan masyarakat Desa Cacaban terus meningkat.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Cacaban, tepatnya di Dusun Surodadi, semakin memahami pentingnya pencegahan hipertensi serta mampu menerapkan prinsip DAGUSIBU dalam penggunaan obat sehari-hari. Mahasiswa KKN XV UNW berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan dipandu dosen pembimbing lapangan, Dwi Wisnu Kurniawan, S.H., M.H,. Tim Pelaksana; Dadhit Setyawan Putra, Almera Sinta Ramadhani, Delvira Resti Amanda Putri, Intan Mawar Syahputri, Eviolinda Douw, Rosalia Kalita Mboru, Riski Hendrawan, Denti Resmitasari, Rani Mila Sari, Vera Setyowati. (asr/muz)






