29 C
Semarang
Selasa, 28 April 2026

Pendapatan XLSMART Tumbuh 22% di Kuartal II 2025




JATENGPOS.CO.ID,  JAKARTA- PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mencatat kinerja positif pada kuartal II 2025, dua bulan setelah resmi melakukan merger. Perseroan membukukan pendapatan Rp10,50 triliun atau tumbuh 22% dibanding periode sama tahun lalu (YoY). EBITDA yang dinormalisasi tercatat Rp4,97 triliun dengan margin 47%, sementara laba bersih normalisasi mencapai Rp313 miliar. Hingga semester pertama 2025, total pendapatan telah menembus Rp19,10 triliun, dengan kontribusi layanan data dan digital mencapai lebih dari 91%.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi mengatakan, pencapaian tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan. Pasalnya, pada dua setengah bulan pasca-merger, XLSmart menghadapi tantangan eksternal berupa kompetisi industri yang ketat, sekaligus tantangan internal menjaga konsolidasi agar operasional tetap solid.

“Namun, kami bersyukur dapat mempertahankan pertumbuhan, profitabilitas, dan terus menghadirkan layanan bernilai tambah bagi pelanggan,” katanya.

Baca juga:  LG Pamerkan Robot Rumah CLOiD di CES 2026

Sejumlah pencapaian pasca-merger tercermin dari skala bisnis yang lebih besar, integrasi jaringan sesuai rencana, serta peningkatan pengalaman pelanggan. Total pelanggan XLSMART kini mencapai 82,6 juta dengan blended ARPU sekitar Rp36 ribu. Jumlah BTS naik 28% menjadi lebih dari 209 ribu, sementara trafik layanan melonjak 43% YoY menjadi 3.817 petabyte.


Selain jaringan, perusahaan juga mencatat pertumbuhan signifikan pada platform digital. Hingga akhir Juni, pengguna aktif aplikasi MyXL, AXISNet, dan mySmartfren mencapai 41,4 juta, naik 29% YoY. Rajeev menyebut tren ini memperkuat monetisasi layanan digital sekaligus pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, yang pada akhirnya mendorong pendapatan.

Dari sisi biaya, XLSMART menghadapi kenaikan beban operasional akibat proses merger, terutama infrastruktur, interkoneksi, dan regulasi. Meski demikian, biaya pemasaran berhasil dioptimalkan berkat strategi digitalisasi. Free Cash Flow (FCF) tercatat sehat dengan pertumbuhan 35% menjadi Rp6,48 triliun, sementara utang bersih sebesar Rp21,93 triliun tanpa eksposur dalam USD.

Baca juga:  JNE Express Jadi Mitra Logistik Pestapora 2025

Perusahaan juga terus mempercepat modernisasi jaringan, memanfaatkan teknologi terbaru, serta menjalankan strategi multi-brand XL, AXIS, dan Smartfren. Inisiatif integrasi jaringan melalui national roaming dan MOCN memungkinkan pelanggan merasakan layanan yang lebih luas, termasuk tambahan akses di 156 kota. Dukungan mitra global seperti Huawei dan ZTE turut memperkuat pengelolaan operasional jaringan.

Rajeev menegaskan, integrasi dan konsolidasi pasca-merger berjalan sesuai rencana.

“Kami membangun fondasi bisnis yang kuat, mengharmonisasi budaya perusahaan, dan memperkuat keterikatan karyawan. Dengan strategi digital berbasis data analytics, XLSMART optimistis mampu menjadi motor transformasi digital Indonesia,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...