JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG- Sorot lampu panggung Ikapesta 2026 di Marina Convention Center (MCC) Semarang, Sabtu (24/1/2026), menari di atas kain brokat dan payet yang berkilau. Namun lebih dari sekadar kemewahan busana, kehadiran Nadya Bridal House of Beauty malam itu membawa pesan yang jarang disuarakan lantang di dunia pernikahan: keindahan tak pernah mengenal batas ukuran tubuh.
Melalui koleksi bertajuk “Elegan Beyond Size”, Nadya Bridal menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang aman bagi calon pengantin plus size. Di tengah dominasi standar tubuh langsing dalam industri bridal, koleksi ini menjadi pernyataan bahwa setiap perempuan berhak tampil percaya diri, anggun, dan menjadi pusat perhatian di hari pernikahannya.
Sebanyak 18 gaun pengantin dan 8 set jas pria diperagakan dalam perhelatan tersebut. Setiap gaun dirancang khusus dengan pendekatan personal, bukan sekadar memperbesar ukuran pola busana. Potongan dibuat presisi untuk mengikuti lekuk tubuh, mempertegas siluet, sekaligus memberikan kenyamanan bagi pemakainya.
Pendiri Nadya Bridal House of Beauty, Nadya Sriningrum Sanyoto, mengungkapkan bahwa ide koleksi plus size ini lahir dari pengalaman panjangnya selama lebih dari dua dekade mendampingi calon pengantin. Dalam praktiknya, ia kerap menjumpai perempuan yang datang dengan rasa ragu, bahkan ketakutan, karena merasa tubuhnya tidak sesuai dengan gambaran gaun pengantin impian.
“Banyak yang datang sambil meminta maaf karena merasa badannya besar. Padahal tidak ada yang salah dengan tubuh mereka,” ujar Nadya.
Menurutnya, merancang busana pengantin plus size justru membutuhkan keahlian lebih tinggi. Pemilihan bahan, arah jatuh kain, hingga penempatan ornamen harus diperhitungkan secara detail agar gaun tidak terlihat berat. Kesalahan kecil dapat memengaruhi keseluruhan tampilan dan rasa percaya diri pengantin.
Dalam koleksi ini, Nadya Bridal House of Beauty bahkan berani menghadirkan siluet mermaid dress—model yang selama ini kerap dianggap tabu bagi pengantin bertubuh besar. Dengan teknik desain yang tepat, siluet tersebut justru menciptakan ilusi proporsi tubuh yang seimbang dan elegan, tanpa menghilangkan kenyamanan.
Koleksi Elegan Beyond Size juga merefleksikan arah tren busana pengantin 2026. Nadya menyebut tren bergerak ke arah desain yang lebih sederhana, bersih, dan berkelas. Gaun pengantin didominasi brokat penuh dengan detail payet kecil yang menyatu halus, dipadukan lengan panjang untuk memberi kesan klasik sekaligus modern.
Untuk prosesi akad, warna putih tetap menjadi pilihan utama karena nilai sakralnya. Sementara pada resepsi, warna-warna lembut mulai mendapat tempat, dengan hijau sebagai salah satu warna favorit yang dinilai memberikan kesan segar, eksklusif, dan berani tampil berbeda.
Tak hanya fokus pada estetika, Nadya Bridal House of Beauty juga menempatkan kenyamanan sebagai prioritas. Mereka terbiasa menangani pengantin dengan berat badan hingga 120 kilogram, dengan pendekatan konsultasi intens sejak awal. Calon pengantin diajak memahami kelebihan tubuhnya sendiri, lalu memilih potongan busana yang paling sesuai dengan karakter dan kebutuhan.
Dari sisi layanan, Nadya Bridal House of Beauty dikenal inklusif dan realistis. Paket rias dan busana pengantin ditawarkan mulai Rp10 juta, dengan pilihan sewa maupun sewa-buat. Skema ini memberi ruang bagi calon pengantin untuk mendapatkan gaun impian tanpa harus mengorbankan kenyamanan finansial.
Berlokasi di Lamper Kidul, Semarang, Nadya Bridal House of Beauty kini melayani klien dari berbagai kota. Partisipasinya di Ikapesta 2026 bukan hanya soal pamer koleksi, tetapi juga membawa misi jangka panjang untuk mengubah cara pandang industri bridal terhadap tubuh perempuan.
“Gaun pengantin seharusnya membuat perempuan merasa dimuliakan, bukan dihakimi. Apa pun ukuran tubuhnya,” tutur Nadya.
Lewat koleksi ini, Nadya Bridal House of Beauty membuktikan bahwa keanggunan bukan soal angka di label busana, melainkan tentang keberanian merayakan diri sendiri—utuh, apa adanya, dan penuh percaya diri.(aln)




