JATENGPOS.CO.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten Jepara bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Tengah resmi membuka Jepara International Furniture Buyer Weeks (JIF-BW) 2026, 8- 11 Maret 2026, di Gedung Wanita Jepara. Ajang ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing industri furnitur Indonesia di pasar global.
Ketua Jepara Gerak, Andang Wahyu Triyanto menyampaikan, JIF-BW 2026 merupakan manifestasi semangat kolektif pengusaha lokal untuk bangkit dan bertransformasi. Para pelaku usaha dituntut terus berinovasi dalam desain serta memanfaatkan teknologi produksi tanpa meninggalkan identitas khas ukiran Jepara agar mampu memenuhi selera pasar global yang dinamis.
“JIF-BW 2026 merupakan manifestasi semangat kolektif pengusaha lokal untuk bangkit dan bertransformasi,” ujarnya.
Wakil Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Jepara tidak hanya sebagai pusat produksi, tetapi juga destinasi utama perdagangan furnitur dunia. Dukungan tersebut diwujudkan melalui kemudahan investasi serta penguatan ekosistem industri lokal.
“Jepara harus menjadi destinasi utama perdagangan furnitur dunia,” jelasnya.
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat menilai, industri furnitur merupakan bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional berbasis budaya. Karena itu perlindungan kekayaan intelektual desain lokal dan regenerasi pengrajin harus diperkuat agar keahlian ukir Jepara tetap terjaga.
“Industri furnitur adalah bagian dari ketahanan ekonomi nasional berbasis budaya,” ungkapnya.
Asisten Direktur Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah KPwBI Jawa Tengah, Meysara Cahyadi menyampaikan, dukungan Bank Indonesia difokuskan pada peningkatan daya saing ekspor furnitur Jepara. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kapasitas UMKM, termasuk fasilitasi sertifikasi halal bagi produk mebel untuk menembus pasar internasional.
“Bank Indonesia mendorong peningkatan daya saing ekspor furnitur Jepara melalui penguatan kapasitas UMKM,” terangnya.
JIF-BW 2026 mempertemukan buyer, produsen, desainer, dan pelaku industri melalui dua format utama. Pameran Meeting Point berlangsung di Gedung Wanita Jepara hingga 11 Maret 2026, sedangkan pameran in-house membuka akses langsung buyer ke workshop dan pabrik exhibitor hingga 8 April 2026.
Format tersebut memberi kesempatan kepada pembeli untuk melihat langsung kualitas material, proses produksi, hingga kapasitas manufaktur furnitur Jepara. Dengan cara ini diharapkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk furnitur Jepara semakin meningkat.
Pada penyelenggaraan tahun ini, KPwBI Jawa Tengah juga menginisiasi pelatihan sertifikasi halal bagi para exhibitor. Program ini diharapkan membuka akses pasar lebih luas, terutama negara dengan mayoritas penduduk Muslim yang semakin memperhatikan aspek halal dan kepatuhan proses produksi pada produk interior.
Dukungan KPwBI Jawa Tengah dalam JIF-BW 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur industri furnitur nasional. Ke depan, ajang ini diharapkan menjadi platform strategis permanen yang mengukuhkan posisi Jepara sebagai pusat manufaktur furnitur berkualitas tinggi sekaligus motor penggerak ekonomi daerah melalui sektor industri berkelanjutan.(aln)















