28.5 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Istirahat di Rest Area Tol Semarang–Solo Dibatasi 30 Menit




JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Pengguna Tol Semarang–Solo diminta tidak berlama-lama beristirahat di rest area selama arus mudik Lebaran 2026. Pembatasan waktu istirahat maksimal 30 menit diberlakukan agar kapasitas rest area bisa digunakan bergantian oleh pemudik.

Direktur Administrasi dan Keuangan PT Trans Marga Jateng, Sutomo mengatakan, imbauan tersebut penting karena volume kendaraan diperkirakan meningkat selama masa mudik. Bahkan trafik di ruas Tol Semarang–Solo diprediksi naik sekitar 222,1 persen dibanding hari normal.

“Kami mengimbau pengguna jalan agar cukup beristirahat sekitar 30 menit di rest area supaya bisa bergantian dengan pengguna jalan lain,” ujarnya, Senin (16/3/2026) malam.

Sutomo menjelaskan, pada hari normal jumlah kendaraan yang melintas di ruas Tol Semarang–Solo sekitar 50 ribu unit per hari. Namun saat periode mudik Lebaran, jumlah tersebut diperkirakan meningkat hingga sekitar 70 ribu kendaraan per hari.

Baca juga:  BPJS Ketenagakerjaan Klaten Santuni Ahli Waris Panwaslu

“Puncak arus kendaraan diprediksi terjadi pada 18 Maret, sehingga berbagai kesiapan sudah kami lakukan sejak awal,” katanya.

Untuk melayani kebutuhan pemudik, PT Trans Marga Jateng telah menyiapkan tujuh rest area di sepanjang ruas Tol Semarang–Solo. Dari jumlah tersebut, lima rest area dilengkapi fasilitas SPBU, sementara dua lainnya beroperasi secara fungsional.

Kapasitas parkir di rest area juga cukup besar untuk menampung kendaraan pemudik. Rest area tipe A mampu menampung sekitar 200 kendaraan, sedangkan tipe B sekitar 150 kendaraan.

Selain itu, berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan di rest area mulai dari toilet, pasokan air, hingga genset cadangan. Sejumlah tenant kuliner dan pelaku UMKM juga tetap beroperasi 24 jam untuk melayani kebutuhan pemudik.

Baca juga:  39 Ribu Penumpang Gunakan KA di Daop 4 Semarang Pada Awal Ramadhan Untuk Pulang Kampung Halaman

Pengelola tol juga menyiapkan layanan darurat seperti mobil customer service, ambulans, dan kendaraan derek. Petugas disiagakan di sejumlah titik untuk membantu pengguna jalan yang mengalami kendala selama perjalanan.

Sutomo menambahkan, pembatasan waktu istirahat juga bertujuan mengantisipasi antrean kendaraan di rest area yang bisa berdampak pada arus lalu lintas di jalan tol. Jika antrean terlalu panjang, petugas bersama kepolisian dapat melakukan penutupan sementara akses rest area.

“Kalau antrean kendaraan sudah terlalu panjang hingga mengganggu lalu lintas di jalan tol, akses rest area bisa ditutup sementara agar arus kendaraan tetap lancar,” pungkasnya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...