JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kinerja ekspor Jawa Tengah menunjukkan tren positif pada awal 2026. Kondisi ini mendorong neraca perdagangan daerah tetap mencatatkan surplus.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan nilai ekspor Februari 2026 mencapai US$1.177,33 juta. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Ekspor Jawa Tengah mengalami kenaikan cukup signifikan secara tahunan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ekspor nonmigas masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$1.077,13 juta. Kinerja ini menunjukkan daya saing produk industri Jawa Tengah tetap terjaga di pasar global.
“Komoditas nonmigas masih mendominasi dan menjadi penopang utama ekspor daerah,” jelasnya.
Sementara itu, nilai impor Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sebesar US$913,86 juta. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan impor tersebut turut memperkuat neraca perdagangan Jawa Tengah yang mencatat surplus sebesar US$263,47 juta. Surplus ini terutama ditopang sektor nonmigas.
“Surplus neraca perdagangan menjadi indikator positif bagi perekonomian Jawa Tengah,” tukasnya.
Ia menambahkan, meski sektor migas masih mengalami defisit, kondisi tersebut tidak mengganggu kinerja perdagangan secara keseluruhan. BPS optimistis tren ekspor akan tetap terjaga seiring meningkatnya permintaan global.
“Ke depan, penguatan ekspor nonmigas diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.(aln)















