26.3 C
Semarang
Kamis, 23 April 2026

SIG Dorong Kolaborasi Global, Perkuat Inovasi Bahan Bangunan di INTERCEM Asia 2026




JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) membuka peluang kolaborasi global dalam ajang INTERCEM Asia 2026. Langkah ini dilakukan untuk mendorong inovasi bahan bangunan sekaligus memperkuat transformasi bisnis yang lebih bernilai tambah.

Wakil Direktur Utama SIG, Andriano Hosny Panangian mengatakan, industri bahan bangunan di Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan. SIG terus mendorong inovasi produk turunan dan memperkuat jaringan distribusi guna menjangkau pasar nasional hingga regional.

“Industri bahan bangunan di Indonesia memiliki ekosistem sangat besar, di mana industri semen baru berkontribusi sekitar 11% dari total biaya material konstruksi bangunan dan masih terdapat 89% potensi dari bahan bangunan lainnya yang bisa digarap,” katanya.

Baca juga:  PLN Listriki Modern Rice Milling Kendal

Ia menambahkan, perusahaan mengarahkan bisnis menjadi lebih customer-centric dan value-driven. Kekuatan distribusi dan jaringan dinilai menjadi keunggulan kompetitif SIG di industri.


“SIG memiliki kemampuan distribusi dan network yang paling besar dan kuat di industri ini. Karena itu SIG terus berinovasi menghadirkan produk derivatif,” ujarnya.

Selain inovasi produk, efisiensi energi dan keberlanjutan menjadi fokus utama perusahaan. Digitalisasi serta kolaborasi rantai pasok terus diperkuat untuk meningkatkan daya saing.

Pada 2025, SIG mencatat peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77% dari 7,56% pada 2024. Intensitas emisi gas rumah kaca cakupan 1 turun menjadi 561 kg CO2 per ton cement equivalent atau menurun 21% dibanding baseline 2010.

Baca juga:  Airlangga : Neraca Perdagangan Surplus 22 Bulan Naikkan Minat Investor

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan, industri semen dan mineral nonlogam memiliki peran penting dalam pembangunan nasional. Sektor ini juga menunjukkan kinerja positif sepanjang 2025.

“Indonesia terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan mitra global dalam mendorong industri semen yang lebih tangguh, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui strategi transformasi yang bertumpu pada inovasi, kemitraan, rantai pasok, serta digitalisasi, SIG optimistis mampu memperkuat daya tahan bisnis jangka panjang. INTERCEM Asia 2026 pun menjadi momentum memperluas kemitraan sekaligus mendorong percepatan inovasi industri.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...