JATENGPOS.CO.ID, KLATEN – PT PLN (Persero) terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di wilayah Klaten dan Boyolali. Penguatan dilakukan melalui penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di sejumlah titik strategis.
Wilayah Klaten dan Boyolali dinilai menjadi jalur penting mobilitas masyarakat menuju Solo dan Yogyakarta. Karena itu, PLN menghadirkan infrastruktur pengisian daya agar pengguna kendaraan listrik semakin nyaman saat bepergian.
Assistant Manager Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Klaten, Novita Sari mengatakan, penempatan SPKLU dan SPLU difokuskan di kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP), area publik hingga titik peristirahatan di jalur utama Klaten-Boyolali. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan akses pengisian daya kendaraan listrik.
“Kami berkomitmen menjadikan wilayah Klaten dan Boyolali sebagai kawasan ramah lingkungan dan infrastruktur yang kami bangun adalah bentuk dukungan nyata PLN agar masyarakat tidak perlu ragu beralih ke kendaraan listrik,” tegasnya.
Hingga kini, PLN telah mengoperasikan 22 SPKLU dan 27 SPLU yang tersebar di Kabupaten Klaten dan Boyolali. Total 49 titik pengisian daya itu menjadi penopang mobilitas masyarakat, khususnya para komuter kendaraan listrik di jalur Solo-Yogyakarta.
PLN menilai keberadaan SPLU juga menjadi solusi praktis bagi pengguna motor listrik dengan portable charger. Fasilitas tersebut kini semakin mudah ditemukan di kawasan publik dan pusat keramaian.
Salah satu pengguna kendaraan listrik, Areza mengaku semakin nyaman menggunakan motor listrik karena akses pengisian daya semakin mudah dijangkau. Menurutnya, keberadaan SPLU membuat pengguna kendaraan listrik lebih tenang saat bepergian.
“Awalnya sempat ragu pakai motor listrik untuk nongkrong jauh, tapi ternyata di Klaten dan Boyolali sekarang sudah banyak SPLU. Sambil ngopi atau makan di area publik, motor bisa sambil di-charge,” ujarnya.
Selain mendukung kendaraan listrik pribadi, SPLU juga dimanfaatkan pelaku UMKM untuk kebutuhan daya usaha. Penggunaan listrik dinilai lebih bersih, praktis dan terukur sehingga membantu aktivitas usaha masyarakat.
Dengan dukungan infrastruktur yang terus diperluas, PLN optimistis wilayah Klaten dan Boyolali dapat menjadi salah satu pionir transformasi transportasi hijau di Jawa Tengah. Masyarakat pun diharapkan semakin yakin beralih ke kendaraan listrik karena fasilitas pendukung telah tersedia lebih merata.(aln)













