JATENGPOS. CO. ID, SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, berharap para pengembang perumahan di Jawa Tengah untuk mulai beralih ke konsep perumahan mandiri energi.
Taj Yasin mengusulkan agar kawasan perumahan baru tidak lagi hanya bergantung pada pasokan gas elpiji (LPG) konvensional. Tetapi mampu mengintegrasikan sistem pengelolaan limbah rumah tangga menjadi sumber energi alternatif berupa biogas.
“Pengembangan perumahan atau kawasan bisa kita komunalkan septic tank-nya sehingga bisa kita olah menjadi sebuah energi gas,” katanya saat mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, membuka Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) 2026 Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Jawa Tengah di The SURI Ballroom Queencity Kota Semarang, Kamis, 7 Mei 2026.
Ia mencontohkan, di Jawa Tengah sudah ada beberapa daerah yang mengembangkan limbah industri rumah tangga menjadi sumber energi, salah satunya di Magelang. Limbah industri tahu bisa dimanfaatkan untuk energi 100 rumah tanpa mereka harus membeli gas.
Sementara itu, di Boyolali, lanjut Wagub, kotoran sapi bisa diolah menjadi biogas.
“Satu sapi (bisa untuk) satu tumah. Sebenarnya, itu juga banyak yang terbuang gasnya,” ucapnya.
Menurut Wagub, inovasi perumahan mandiri energu ini bisa menjadi nilai jual (USP) yang sangat menarik bagi masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor gas.
“Kalau ini diintegrasikan dengan pengembangan perumahan nanti promosinya beli perumahan tidak perlu beli gas LPG. Nah ini akan menarik. Dan kita juga akan hemat energi karena gas ini negara kita masih impor,” paparnya.
Selain kemandirian energi, Taj Yasin juga memberikan instruksi tegas terkait tata ruang perumahan di tahun 2026 yang diwarnai tantangan kebencanaan.
Ia meminta pengembang di bawah naungan Himperra memastikan setiap unit rumah memiliki sumur resapan dan lahan terbuka yang cukup.
“Tahun 2026 ini kita menghadapi banyak tantangan bencana, mulai dari rob hingga tanah gerak. Saya minta pengembang jangan hanya beton semua. Site plan harus ada sumur resapan, syukur-syukur satu rumah satu sumur resapan agar kita tidak krisis air tanah dan aman dari banjir,” tegasnya.
Menanggapi keluhan pengembang mengenai lesunya pasar properti, Wagub optimis kondisi ini akan segera terlewati, mengingat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah saat ini berada di atas rata-rata nasional.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen melakukan pendampingan terkait legalitas serta mendorong kolaborasi dengan Bank Jateng dan perbankan lainnya (Himbara) untuk memfasilitasi kebutuhan rumah bagi masyarakat, termasuk bagi para ASN yang jumlahnya terus meningkat.
“ASN kita juga meningkat, (pengangkatan) terakhir PPPK telah kami selesaikan, sehingga mereka juga butuh rumah,” pungkas Taj Yasin.(*)













