33.7 C
Semarang
Kamis, 7 Mei 2026

UMKM Grande 2026 Dibuka, BI Jateng Perluas Jalan UMKM Go Global




 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah resmi membuka UMKM Grande 2026 di Mal Paragon Semarang, Kamis (7/5/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 11 Mei 2026 itu menjadi ajang promosi sekaligus penguatan kapasitas pelaku UMKM agar mampu menembus pasar internasional.

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho menyampaikan, UMKM Grande merupakan pengembangan dari UMKM Gayeng yang rutin digelar sejak 2019. Tahun ini kegiatan mengangkat tema “Tumbuh Tangguh dan Mendunia” sebagai dorongan agar UMKM semakin adaptif dan berdaya saing.

 

“Tema ini mencerminkan harapan agar UMKM tidak hanya berkembang, tetapi juga mampu beradaptasi menghadapi berbagai tantangan dan menembus pasar global dengan kualitas yang semakin baik,” ujarnya.

 

Menurutnya, konsep “Grande” mengusung empat fokus utama pengembangan UMKM yakni Green, Industry, Digital, dan Export. Empat aspek tersebut menjadi dasar transformasi UMKM menuju usaha yang lebih modern dan berkelanjutan.

 

Dalam kegiatan itu, BI Jateng juga menghadirkan calon pembeli potensial dari sejumlah negara ASEAN melalui agenda business matching. Langkah tersebut dilakukan untuk membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk UMKM Jawa Tengah.

Baca juga:  BULOG Jateng Siap Optimalkan Penyerapan Gabah dan Beras Petani

 

Noor Nugroho menilai produk UMKM Jawa Tengah memiliki kualitas yang mampu bersaing di pasar internasional. Selain mutu produk, kekuatan budaya dan kreativitas pelaku usaha dinilai menjadi nilai tambah tersendiri.

 

“Produk UMKM Jawa Tengah membawa nilai budaya, keterampilan, dan komitmen tinggi terhadap kualitas sehingga memiliki peluang besar masuk pasar global,” katanya.

 

Sebanyak 90 UMKM dari sektor makanan dan minuman, fesyen, wastra, kriya, furnitur hingga kopi ikut ambil bagian dalam UMKM Grande 2026. Selama lima hari penyelenggaraan, pengunjung disuguhi beragam program mulai showcase produk, workshop, talkshow, fashion show hingga kompetisi kreatif.

 

BI Jateng juga menghadirkan Sustainability Hub sebagai ruang edukasi ekonomi hijau dan berkelanjutan. Pengunjung dapat melihat praktik pertanian ramah lingkungan, pengolahan limbah plastik hingga simulasi penghitungan emisi karbon melalui carbon wise counter.

 

Selain itu, program “Aku Bisa Sejahtera” hasil kolaborasi BI, OJK dan perbankan turut memberikan layanan konsultasi keuangan, edukasi pembayaran digital hingga pengaduan konsumen. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Baca juga:  Crosser Astra Honda Optimis Taklukan Seri Keenam Kejurnas Motocross 2025

 

Menyesuaikan perkembangan digital, BI Jateng menggandeng afiliator untuk menggelar live selling produk UMKM secara daring. Langkah ini dilakukan agar jangkauan pemasaran produk lokal semakin luas.

 

Tak hanya itu, BI Jateng bersama Dekranasda Jawa Tengah juga menghadirkan Semarak Jateng 2026 untuk memperkuat kapasitas UMKM wastra dan kriya. Program tersebut dikemas melalui talkshow dan fashion show.

 

Sektor kopi kembali menjadi perhatian dalam UMKM Grande 2026 melalui kompetisi Sedulur Racik Kopi Grande dan Kopi Talks. Kegiatan tersebut menghadirkan barista berprestasi tingkat nasional hingga internasional.

 

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kapasitas peserta sekaligus mendukung lahirnya barista-barista unggul dari Indonesia,” tandasnya.

 

Melalui UMKM Grande 2026, BI Jateng berharap pelaku UMKM semakin percaya diri memperluas pasar dan mampu bersaing di tingkat global. Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM naik kelas melalui transformasi digital, penguatan keberlanjutan, dan orientasi ekspor.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...