31.2 C
Semarang
Jumat, 8 Mei 2026

BI Jateng Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Karimunjawa




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) Karimunjawa 2026 pada 8–11 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia menjaga kedaulatan Rupiah hingga wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

Ekspedisi dilakukan bekerja sama dengan TNI AL Lanal Semarang menggunakan KRI Hiu. Program ini sekaligus menjadi penyelenggaraan ERB Karimunjawa untuk ketiga kalinya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk sinergi strategis antara BI dan TNI AL dalam memperluas layanan kas hingga wilayah kepulauan.

ERB Karimunjawa 2026 menjangkau lima desa dan dusun di empat pulau di kawasan Kepulauan Karimunjawa. Wilayah itu meliputi Desa Karimunjawa dan Desa Kemujan di Pulau Karimunjawa, Pulau Parang, Pulau Nyamuk, serta Pulau Genting.

Baca juga:  Digitalisasi Dorong Pemulihan Ekonomi Masa Pandemi

Melalui kegiatan tersebut, BI memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar dengan jumlah dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat. Langkah itu dilakukan untuk mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.

Dalam pelaksanaannya, ERB Karimunjawa 2026 menghadirkan layanan penukaran uang serta edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dan literasi keuangan. BI Jateng menargetkan penyerapan uang tidak layak edar dari masyarakat sebesar Rp3,62 miliar untuk diganti dengan uang Rupiah layak edar.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi clean money policy Bank Indonesia guna menjaga kualitas uang Rupiah yang beredar di masyarakat. Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk mendukung kelancaran transaksi ekonomi di daerah kepulauan.

Baca juga:  SMAN 10 Semarang Siap Hadapi Delapan Sekolah di Babak Regional Final AXIS Nation Cup Central Region

Pada setiap desa dan dusun lokasi kegiatan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya merawat Rupiah, mengenali ciri keaslian uang, serta memahami Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa. Edukasi literasi keuangan turut diberikan agar masyarakat lebih bijak dan aman dalam menggunakan produk maupun layanan keuangan.

M. Noor Nugroho menegaskan, sinergi BI bersama TNI AL menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan Rupiah di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

“Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mewujudkan Rupiah yang berdaulat di seluruh wilayah NKRI,” katanya.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...