28.5 C
Semarang
Minggu, 10 Mei 2026

Guru PJOK Didorong Jadi Penggerak Budaya Hidup Sehat di Sekolah




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Nutrifood bersama Guru Belajar Foundation menggelar workshop lanjutan bertajuk “Desain & Implementasi Pembelajaran PJOK Bermakna: Upaya Membangun Budaya Hidup Sehat di Sekolah” di Semarang, Jumat (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Nutrifood Physical Education Teacher (NPET) yang digelar di berbagai daerah di Indonesia.

Program tersebut bertujuan memperkuat peran guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) sebagai pemimpin perubahan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, guru didorong tidak hanya mengajarkan olahraga, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

CEO Nutrifood, Mardi Wu mengatakan, guru PJOK memiliki posisi strategis dalam membentuk pola hidup sehat murid. Sekolah dinilai menjadi ruang penting untuk menanamkan kebiasaan sehat yang berdampak jangka panjang bagi anak-anak.

Baca juga:  'Cak Yanto' Nahkodai Indosat di Jateng dan DIY

“Guru PJOK memiliki peran besar dalam membantu murid membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini. Mulai dari literasi hidup sehat, pelibatan orangtua dan penguatan karakter murid,” ujarnya.

Menurutnya, melalui metode pembelajaran yang tepat, guru dapat menumbuhkan kesadaran dan praktik hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Program NPET juga dirancang agar guru menjadi teladan dalam penerapan aktivitas fisik, nutrisi seimbang, hingga istirahat berkualitas di sekolah.

Ketua Operasional Guru Belajar Foundation, Maman Basyaiban menambahkan peran guru PJOK kini tidak lagi terbatas pada pengajaran keterampilan olahraga semata. Guru dinilai harus mampu membangun kesadaran murid mengenai pentingnya gaya hidup sehat.

“Guru PJOK adalah pemimpin perubahan gaya hidup. Perannya tidak hanya mengajarkan keterampilan olahraga, tetapi juga membangun kesadaran murid tentang pentingnya hidup sehat,” katanya.

Baca juga:  Semester 1, Penerimaan Pajak Jateng 1 Tembus 40,5%

Ia menjelaskan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning diperlukan agar perubahan perilaku murid dapat berlangsung berkelanjutan. Pendekatan tersebut menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan nyata sehingga lebih mudah diterapkan dalam keseharian siswa.

Program NPET tahun ini diminati 4.413 pendaftar dengan 3.535 peserta terpilih mengikuti tahap dasar. Para peserta sebelumnya telah menjalani asesmen awal, pembelajaran dasar gaya hidup sehat, pelatihan guru konten kreator, hingga pendampingan sebelum masuk tahap workshop lanjutan.

Workshop luring dilaksanakan di 18 Nutrihub di berbagai kota, termasuk Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bandung hingga Makassar. Setelah workshop, peserta akan melanjutkan tahap implementasi pembelajaran di sekolah, pendampingan, serta publikasi cerita perubahan guru sebagai bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan.(aln)




TERKINI




Rekomendasi

...