30.6 C
Semarang
Rabu, 13 Mei 2026

Ardian Racing dan Perjalanan Panjang Menembus Pasar Nasional Bersama JNE




 

 

 

 

 

 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Aktivitas di workshop Ardian Racing di kawasan Taman Semeru 1/33 Semarang, Rabu (13/5/2026), nyaris tak pernah benar-benar sepi. Kardus berisi sepatu roda, roda cadangan hingga perlengkapan atlet tersusun rapi, menunggu dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.

 

Dari tempat sederhana itu, Erlangga Ardianza Wibowo membangun perjalanan panjang sebuah brand lokal sepatu roda, hingga dikenal komunitas atlet di banyak kota. Perjalanan yang berawal dari lintasan pertandingan, lalu bergerak perlahan menuju pasar nasional bersama dukungan distribusi JNE⁠.

 

Bagi Erlangga, dunia sepatu roda sudah menjadi bagian hidupnya sejak kecil. Pria 36 tahun itu mulai bermain sepatu roda sejak usia tujuh tahun hingga akhirnya menjadi atlet nasional Indonesia.

 

Puncak kariernya datang saat ia berhasil menyumbangkan medali emas untuk Indonesia di ajang SEA Games tahun 2011 silam. Namun setelah itu, Erlangga justru melihat tantangan lain di dunia yang selama ini digelutinya.

 

Saat olahraga sepatu roda mulai booming di Indonesia, bapak 2 anak perempuan ini menyadari, banyak atlet muda kesulitan mendapatkan perlengkapan berkualitas dengan harga terjangkau.

 

“Ada yang murah tapi kualitasnya mainan, ada yang bagus tapi harganya jutaan. Saya berpikir harus ada produk yang lebih terjangkau untuk atlet-atlet muda,” ujarnya.

 

Berangkat dari keresahan itu, Erlangga mulai mencoba memodifikasi sepatu roda murah. Ia mengganti bearing, roda hingga frame agar lebih nyaman digunakan untuk latihan dan kompetisi.

 

Produk modifikasi tersebut ternyata mendapat respons positif. Atlet-atlet dari klub yang didirikannya, Kairos, mulai memenangkan berbagai kejuaraan menggunakan perlengkapan buatannya.

 

Dari situlah Ardian Racing lahir. Brand lokal yang awalnya hanya digunakan internal komunitas perlahan mulai dikenal lebih luas.

 

Perjalanan membangun Ardian Racing tidak selalu mudah. Lulusan Teknik Industri Universitas Diponegoro Semarang ini pernah tertipu saat pertama kali mendatangkan barang impor menggunakan uang bonus SEA Games miliknya.

Baca juga:  XL Axiata Hadirkan 'Bonus Double Kuota Setahun Penuh'

 

Barang yang dipesan sempat hilang karena persoalan pengurusan impor dan akhirnya ditemukan di Jakarta. Saat itu ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menebus barang tersebut.

 

“Bonus SEA Games habis buat nebus barang. Tapi dari situ saya belajar banyak,” katanya.

 

Perlahan, Ardian Racing mulai berkembang. Penjualan tidak hanya dilakukan di Semarang, tetapi juga melalui reseller, komunitas dan marketplace ke berbagai kota di Indonesia.

 

Dalam setahun, Erlangga memperkirakan penjualan sepatu roda utuh mencapai sekitar 3.000 set. Jumlah itu belum termasuk spare part seperti roda, bearing dan perlengkapan lainnya.

 

Meningkatnya penjualan membuat kebutuhan distribusi menjadi semakin penting. Dari sinilah JNE menjadi bagian dari perjalanan panjang Ardian Racing menembus pasar nasional.

 

– PENGEMASAN- Karyawan tengah mengemas pesanan sepatu roda untuk dikirimkan melalui JNE, di workshop Ardian Racing di kawasan Taman Semeru 1/33 Semarang, Rabu (13/5/2026). FOTO : ANING KARINDRA/JATENG POS

 

“Kalau pengiriman paling banyak memang pakai JNE. Dari dulu sampai sekarang masih rutin,” ujarnya.

 

Menurut Erlangga, hampir setiap pekan ada pengiriman produk Ardian Racing ke berbagai daerah seperti Jakarta, Kalimantan, Lombok hingga Papua. Dalam seminggu, pengiriman menggunakan JNE rata-rata dilakukan dua hingga tiga kali.

 

Ia mengaku, menggunakan layanan corporate member atau pembayaran bulanan yang memudahkan operasional bisnisnya. Seluruh transaksi pengiriman direkap setiap akhir bulan dan dibayarkan sekaligus.

 

“Rata-rata minimal habis Rp5 juta per bulan untuk pengiriman. Pakai layanan bulanan lebih praktis dan dapat diskon sekitar 10 persen, lumayan membantu,” katanya.

 

Selain potongan harga, layanan pick up barang menjadi alasan lain dirinya tetap mempercayakan pengiriman kepada JNE. Barang cukup dijemput langsung dari workshop tanpa harus datang ke counter.

 

“Barang tinggal dipick up di sini. Sangat membantu karena saya juga harus ngurus latihan atlet dan produksi,” ujarnya.

Baca juga:  Aplikasi MyPertamina Berikan Cashback 5% Pakai OVO

 

Ia juga mengingat, pelayanan petugas JNE saat awal merintis usaha. Ketika belum memahami standar packing barang, petugas membantu proses wrapping dan pengepakan paket agar aman dikirim ke luar kota.

 

“Hal kecil seperti itu yang bikin nyaman. Kadang kita lagi buru-buru atau belum pengalaman,” katanya.

 

Branch Manager JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam mengatakan kisah seperti Ardian Racing menjadi gambaran bagaimana layanan logistik ikut mendukung pertumbuhan UMKM lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Menurutnya, JNE tidak sekadar mengirim barang, tetapi ikut menjadi bagian dari perjalanan usaha dan pertumbuhan bisnis pelanggan.

 

“Setiap kiriman punya cerita. Ada perjuangan UMKM, ada mimpi yang sedang dibangun dan ada usaha yang terus berkembang,” jelas Wahyu.

 

Ia mengatakan, kontribusi UMKM terhadap pengiriman JNE secara nasional mencapai lebih dari 40 persen dari sektor corporate, sementara sekitar 30 persen berasal dari retail dan socio commerce.

Di Semarang sendiri, layanan REGULAR masih menjadi layanan yang paling banyak digunakan masyarakat maupun pelaku usaha.

 

Selain layanan REGULAR, JNE juga memiliki layanan YES, OKE, JTR, internasional hingga fulfillment service yang mendukung kebutuhan distribusi dan pergudangan UMKM.

 

Saat ini operasional JNE Semarang didukung sekitar 600 karyawan dan lebih dari 100 armada pengiriman. Sementara secara nasional, volume pengiriman JNE mencapai sekitar satu juta paket per hari.

 

Bagi Erlangga, setiap paket yang dikirim bukan sekadar transaksi penjualan. Di dalamnya ada mimpi atlet muda, semangat olahraga dan perjuangan membangun brand lokal dari nol.

 

Kini dari workshop kecil di Semarang, Ardian Racing terus meluncur ke berbagai penjuru Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang terus bergerak bersama JNE.(Aning Karindra)




TERKINI




Rekomendasi

...