JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Platform layanan keuangan digital UMKM, Buku Warung, terus memperkuat ekosistem usaha mikro melalui layanan pembayaran, pembiayaan, dan edukasi keamanan transaksi digital. Upaya tersebut dilakukan dalam kegiatan Laskar Agen Juara yang digelar di Grand Candi Hotel Semarang, Kamis (18/6/2026).
Head of Compliance Buku Warung, Rommy William mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program apresiasi bagi para merchant dan agen terbaik Buku Warung di berbagai daerah. Selain memberikan penghargaan, kegiatan juga menjadi sarana edukasi terkait keamanan transaksi digital.
“Selain mengapresiasi merchant terbaik di setiap daerah, kami juga memperkuat keamanan komunikasi dengan memberikan edukasi agar para pelaku UMKM terhindar dari berbagai modus penipuan digital,” ujarnya.
Rommy menjelaskan, Buku Warung merupakan platform keuangan digital yang menyediakan berbagai layanan untuk UMKM dalam satu aplikasi. Layanan tersebut meliputi Buku Agen untuk transaksi pembayaran, Buku Pay berupa perangkat soundbox QRIS, serta Buku Modal yang menyediakan akses pembiayaan usaha.
Menurutnya, akses pembiayaan masih menjadi tantangan bagi banyak pelaku UMKM karena belum seluruh lembaga keuangan mampu menjangkau sektor tersebut. Karena itu, Buku Warung menghadirkan pinjaman yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan usaha.
“Kami ingin akses finansial bisa dijangkau UMKM di seluruh Indonesia. Pembiayaan yang diberikan juga berdasarkan kebutuhan dan kapasitas usaha sehingga lebih sehat dan tepat sasaran,” katanya.
Saat ini, Buku Warung telah memiliki sekitar 250 ribu merchant yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sekitar 40 persen pengguna berasal dari Pulau Jawa, sementara pertumbuhan transaksi di luar Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
Rommy mengungkapkan, sepanjang 2025 platform tersebut telah memproses lebih dari 60 juta transaksi. Tren pertumbuhan masih berlanjut pada 2026 seiring bertambahnya jumlah merchant dan meningkatnya penggunaan layanan pembayaran digital.
Fitur pembayaran menjadi layanan yang paling banyak digunakan merchant karena membantu menerima pembayaran dari pelanggan secara lebih praktis. Selain itu, penggunaan perangkat QRIS soundbox juga terus mengalami peningkatan.
Ia menilai kondisi ekonomi saat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan UMKM yang menjadi pengguna Buku Warung. Justru segmen usaha mikro dan menengah masih menunjukkan kinerja yang positif.
“Kami melihat pertumbuhan usaha merchant saat ini masih sangat baik. Transaksi terus meningkat dan jumlah merchant juga terus bertambah,” jelasnya.
Untuk mendukung pengembangan usaha, Buku Warung telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp250 miliar sepanjang 2025. Nilai pinjaman yang diberikan berkisar Rp10 juta hingga Rp50 juta sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
Rommy menyebut, akses pembiayaan tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas bisnis merchant. Sebanyak tujuh dari sepuluh penerima pembiayaan mengalami pertumbuhan usaha dengan kenaikan pendapatan rata-rata mencapai 58 persen.
“Bahkan untuk usaha yang baru berkembang, peningkatan pendapatannya bisa mencapai lima kali lipat setelah memperoleh akses pembiayaan,” ungkapnya.
Salah satu peserta Laskar Agen Juara, Toto Saputro, agen Buku Warung asal Pemalang, mengaku usahanya berkembang pesat sejak bergabung pada November 2024. Pemilik usaha konter pulsa tersebut kini melayani transaksi transfer dan tarik tunai dengan volume yang terus meningkat.
“Syarat bergabung sangat mudah dan saya langsung mendapatkan mesin EDC. Dari awalnya sekitar 10 transaksi per hari, sekarang bisa mencapai 30 sampai 50 transaksi per hari,” ujarnya.
Melalui fasilitas Buku Modal, Toto memperoleh pembiayaan awal sebesar Rp5 juta untuk memperbesar kapasitas transaksi. Kini limit pembiayaan yang diterimanya telah meningkat menjadi Rp10 juta.
“Bunganya transparan dan tidak ada biaya tersembunyi. Modal itu saya gunakan untuk memperbesar perputaran usaha sehingga transaksi terus bertambah,” tandasnya.(aln)






