Phapros Genjot Inovasi, Targetkan Penjualan Tumbuh 20 Persen


 

JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – PT Phapros Tbk menargetkan kinerja positif pada tahun 2026 dengan membidik pertumbuhan penjualan di atas 20 persen serta pertumbuhan laba di level double digit. Target tersebut akan ditopang melalui penguatan inovasi produk, efisiensi produksi, serta akselerasi pengembangan portofolio farmasi.

 

Hal itu disampaikan dalam media gathering bertajuk Merajut Harmoni, Menguatkan Kolaborasi di Pabrik Phapros Simongan, Semarang, Sabtu (20/6/2026), yang menjadi rangkaian HUT ke-72 perusahaan bertema “Phapros itu Sehat, Sehat itu Phapros”.


 

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko & SDM Phapros, Ferdinand Troedu menyampaikan, perusahaan telah menetapkan strategi pertumbuhan yang agresif namun tetap terukur untuk tahun 2026.

 

“Kita targetkan pertumbuhan penjualan di atas 20 persen untuk tahun 2026, dan profit juga kita targetkan tumbuh double digit,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, strategi tersebut akan didorong melalui penguatan efisiensi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh lini produksi dan operasional perusahaan.

 

Sementara itu, Direktur Produksi Phapros, Ida Rahmi Kurniasih menekankan, inovasi menjadi bagian penting dalam sistem manajemen mutu perusahaan yang terus dikembangkan secara berkelanjutan.

 

“Di sistem manajemen mutu kami, continuous improvement itu wajib. Jadi inovasi dan perbaikan berkelanjutan selalu kami lakukan,” katanya.

 

Ia menjelaskan, inovasi dilakukan tidak hanya untuk pengembangan produk baru, tetapi juga untuk efisiensi biaya produksi agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga:  LG Pamerkan Perangkat Elektronik Rumah Tangga Canggih di KBIS 2023

 

“Kami ingin inovasi itu berdampak, salah satunya menurunkan biaya produksi sehingga harga obat bisa lebih terjangkau bagi pasien,” ujarnya.

 

Menurutnya, perusahaan juga mendorong efisiensi dari berbagai aspek, termasuk penggunaan energi, waktu produksi, hingga optimalisasi proses manufaktur berbasis digital.

 

“Efisiensi itu bukan hanya bahan baku, tapi juga energi, waktu produksi, dan proses kerja. Semua terus kami perbaiki,” jelas Ida.

 

Selain itu, Phapros juga mengembangkan berbagai inovasi produk, termasuk sediaan farmasi baru berbasis teknologi formulasi yang lebih praktis bagi pasien.

 

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah produk dalam bentuk oral disintegrating film (ODF), yaitu obat yang dapat larut di mulut tanpa perlu air.

 

“Kami mengembangkan produk inovatif dalam bentuk film yang bisa langsung larut di mulut, lebih praktis untuk pasien,” katanya.

 

Di sisi lain, Direktur Pemasaran Phapros, Maraja Jeson Siregar menjelaskan,.perusahaan memiliki dua jalur distribusi utama dalam produk farmasi, yaitu produk branded dan program pemerintah seperti obat TB.

 

Untuk program tuberculosis (TB), Phapros berpartisipasi dalam pengadaan obat melalui mekanisme tender pemerintah yang disesuaikan dengan kebutuhan nasional.

Baca juga:  PLN UP3 Sukoharjo Dukung Pengembangan Tepung Mocaf Kearifan Lokal

 

“Untuk TB ada dua jalur, branded dan program pemerintah. Untuk program, itu berdasarkan kebutuhan Kementerian Kesehatan melalui mekanisme tender,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, kebutuhan obat TB nasional ditentukan oleh pemerintah berdasarkan jumlah kasus dan perencanaan tahunan, termasuk distribusi ke fasilitas kesehatan.

 

“Kemenkes menentukan kebutuhan nasional, lalu membuka tender. Kami ikut sesuai kapasitas produksi yang ada,” katanya.

 

Menurutnya, produksi obat TB merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan pengobatan pasien, sehingga tidak boleh terjadi kekosongan stok.

 

“Obat TB itu tidak boleh putus. Kalau sampai putus, pengobatan harus diulang dari awal, itu sangat berat bagi pasien,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir tidak terjadi kekosongan obat TB di pasar karena proses pengadaan dan produksi berjalan lebih stabil.

 

“Alhamdulillah beberapa tahun terakhir tidak ada kekosongan, supply bisa terjaga dengan baik,” ungkapnya.

 

Phapros juga menegaskan komitmen untuk terus menjaga kualitas produksi sekaligus mendukung program kesehatan nasional melalui penyediaan obat esensial.

 

Dengan kombinasi target pertumbuhan agresif, inovasi produk, serta efisiensi produksi, Phapros optimistis dapat memperkuat posisi di industri farmasi nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar global pada 2026.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...