Dunia Usaha Menguat, BI Optimistis Tren Positif Berlanjut


JATENGPOS.CO.ID, JAKARTA – Kegiatan dunia usaha pada triwulan II 2026 menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia mencatat Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,97 persen, naik dari 10,11 persen pada triwulan I 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso menjelaskan peningkatan tersebut didorong membaiknya kinerja mayoritas lapangan usaha utama. Kenaikan terutama berasal dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, pertambangan dan penggalian, serta penyediaan akomodasi dan makan minum.

“Peningkatan kegiatan usaha terutama didorong oleh kenaikan kinerja Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Konstruksi, Pertambangan dan Penggalian, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,” katanya.

Sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan seiring tetap tingginya permintaan masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan musim liburan sekolah pada triwulan II 2026. Momentum tersebut turut mendorong peningkatan aktivitas di berbagai sektor pendukung lainnya.


Baca juga:  KAI Daop 4 Salurkan Bantuan TJSL Rp94,8 Juta

“Kinerja sektor akomodasi dan makan minum meningkat sejalan dengan permintaan yang terjaga selama rangkaian HBKN dan musim liburan sekolah,” jelasnya.

Selain meningkatnya aktivitas usaha, kapasitas produksi terpakai pada triwulan II 2026 juga mengalami kenaikan. Tingkat utilisasi mencapai 73,80 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2026 yang sebesar 73,33 persen.

Peningkatan kapasitas produksi terutama ditopang oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik. Hal ini menunjukkan dunia usaha masih mampu meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar.

“Kapasitas produksi terpakai meningkat terutama ditopang sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta pengadaan listrik,” ujarnya.

Bank Indonesia juga mencatat kondisi keuangan dunia usaha secara umum masih berada pada level yang baik. Hal itu terlihat dari aspek likuiditas dan rentabilitas yang tetap terjaga, disertai akses pembiayaan atau kredit yang masih relatif mudah diperoleh pelaku usaha.

Baca juga:  Menko Airlangga dan Menteri Lee Bahas Rencana Ekspor Energi EBT ke Singapura

Untuk triwulan III 2026, pelaku usaha memprakirakan kegiatan usaha tetap berada pada tren positif dengan SBT sebesar 11,75 persen. Optimisme tersebut ditopang prospek meningkatnya kinerja industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, konstruksi, serta pertambangan dan penggalian.

“Peningkatan kegiatan usaha pada triwulan III diprakirakan didukung oleh terjaganya permintaan masyarakat, berlanjutnya proyek pemerintah dan swasta, serta meningkatnya aktivitas pertambangan seiring penurunan curah hujan,” pungkasnya.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...