JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Teknologi Dual Mode (DM) yang dibawa BYD M6 mulai menjadi fenomena baru di pasar otomotif Semarang. Sebagai teknologi yang masih relatif baru di Indonesia, Dual Mode dinilai perlu semakin diperkenalkan kepada masyarakat karena mampu menggabungkan efisiensi kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin bensin dalam satu sistem penggerak.
Branch Manager BYD HAKA Auto Semarang, Fram Ishardono mengatakan, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap teknologi Dual Mode berdampak langsung pada penjualan BYD M6 DM di Semarang. Rata-rata penjualan kini mencapai sekitar 20 unit per bulan, sekaligus menjadi yang tertinggi di seluruh jaringan BYD HAKA di Indonesia.
“Penjualan BYD M6 Dual Mode di Semarang rata-rata sudah mencapai sekitar 20 unit per bulan dan menjadi yang tertinggi di seluruh jaringan BYD HAKA,” katanya, Selasa (28/7/2026).
Fram menjelaskan, teknologi Dual Mode bekerja dengan mengombinasikan motor listrik, baterai, dan mesin bensin dalam satu sistem yang dikendalikan secara otomatis. Kendaraan akan menggunakan tenaga listrik saat kondisi paling efisien, kemudian beralih ke mesin bensin atau menggabungkan keduanya ketika membutuhkan tenaga lebih besar maupun saat baterai memerlukan pengisian.
“Pengemudi tidak perlu mengatur perpindahan tenaga karena seluruh sistem bekerja otomatis untuk mendapatkan efisiensi terbaik dalam setiap kondisi perjalanan,” ujarnya.
Ia menuturkan, teknologi tersebut membuat konsumsi energi jauh lebih hemat dibanding kendaraan konvensional sekaligus menghilangkan kekhawatiran mengenai keterbatasan jarak tempuh. Sistem regenerasi energi dan pengisian baterai dari mesin juga membuat kendaraan tetap praktis digunakan untuk mobilitas harian maupun perjalanan luar kota.
“Inilah yang menjadi keunggulan Dual Mode, konsumen bisa menikmati sensasi berkendara mobil listrik tanpa rasa khawatir kehabisan daya saat bepergian jauh,” jelasnya.
Fram menambahkan, BYD M6 DM juga dibekali Blade Battery yang memiliki standar keamanan tinggi, umur pakai panjang, serta efisiensi energi yang baik. MPV tujuh penumpang ini dipasarkan dengan harga mulai Rp310 jutaan hingga Rp390 jutaan, sehingga menghadirkan teknologi elektrifikasi yang semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Dengan harga tersebut, konsumen memperoleh teknologi yang modern, kabin yang luas, fitur lengkap, sekaligus biaya operasional yang jauh lebih rendah dibanding kendaraan konvensional,” ungkapnya.
Ia mengatakan, pasokan unit kini semakin lancar sehingga masa inden untuk tipe dan warna tertentu relatif singkat, yakni paling lama sekitar satu bulan. BYD HAKA Auto Semarang juga didukung layanan purna jual berupa bengkel resmi, teknisi bersertifikat, ketersediaan suku cadang, serta garansi kendaraan dan baterai untuk memberikan rasa aman kepada konsumen.
“Kami ingin masyarakat lebih mengenal teknologi Dual Mode karena bukan hanya canggih, tetapi juga benar-benar memberikan efisiensi biaya, kenyamanan, dan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari,” pungkasnya.(aln)





