Lintasarta Gandeng ASBANDA Percepat Digitalisasi BPD


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG-  Lintasarta memperkuat komitmennya sebagai enabler transformasi digital Bank Pembangunan Daerah (BPD) melalui pengembangan Lintasarta Intelligent Core, fondasi digital berbasis kecerdasan artifisial (AI). Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) pada ajang CxO BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026).

President Director & CEO Lintasarta, Armand Hermawan mengatakan, transformasi digital menjadi kebutuhan utama agar BPD mampu meningkatkan daya saing sekaligus menjaga keamanan layanan perbankan di tengah meningkatnya ancaman siber. Menurutnya, Lintasarta menghadirkan solusi terintegrasi yang menggabungkan konektivitas, cloud computing, keamanan siber, dan kolaborasi berbasis AI dalam satu ekosistem.

“Melalui Lintasarta Intelligent Core, kami menghadirkan fondasi digital berbasis AI yang memungkinkan setiap BPD mempercepat transformasi digital secara aman, terintegrasi, dan tetap menjaga kedaulatan data serta karakteristik masing-masing daerah,” ujarnya.

Dijelaskan, selain bekerja sama dengan ASBANDA, Lintasarta juga menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Jakarta, Bank BPD Bali, dan Bank Sumsel Babel serta memperkuat sinergi strategis bersama Bank Jateng. Kerja sama itu sekaligus mendukung Roadmap Penguatan BPD 2024–2027 yang mendorong digitalisasi, penguatan keamanan siber, dan peningkatan daya saing bank pembangunan daerah.


Baca juga:  Danamon Dorong Pengelolaan PIN dan Password yang Baik

“Inilah wujud ‘Satu Fondasi, Satu Kedaulatan’, kekuatan bersama tanpa mengorbankan kedaulatan data dan kemandirian setiap BPD,” jelasnya.

Armand menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem keamanan digital antarbank. Menurutnya, ancaman siber tidak bisa dihadapi secara sendiri-sendiri karena seluruh BPD saling terhubung dalam transaksi keuangan sehingga diperlukan penguatan sistem keamanan secara kolektif.

“Perbankan harus menjadi satu ekosistem yang saling menjaga. Kalau ada satu bank yang lemah, dampaknya bisa meluas ke bank lain. Karena itu keamanan siber harus dibangun sejak desain sistem, bukan sekadar menjadi pelengkap,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal ASBANDA, Rokidi, menilai kolaborasi tersebut akan memperkuat kapasitas talenta digital sekaligus mempercepat adopsi teknologi AI di lingkungan BPD. Kerja sama itu juga meliputi pengembangan SDM melalui program Laskar AI bersama ASBANDA University, penyusunan use case AI untuk sektor perbankan, serta pembentukan Forum Transformasi Digital dan AI.

Baca juga:  CitraSun Garden Semarang Hadirkan Rumah 3 Lantai

“BPD adalah orkestrator ekonomi daerah. Kolaborasi dengan Lintasarta memperkuat kapabilitas talenta digital dan membuka ruang berbagi praktik terbaik antar-BPD, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga ke pelaku usaha dan masyarakat di daerah,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026, industri BPD memiliki total aset sekitar Rp1.036 triliun dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 26,19 persen. Potensi tersebut dinilai perlu didukung infrastruktur digital yang andal agar layanan kepada pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat semakin aman serta efisien.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, CxO BPD Summit 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai keamanan siber, implementasi AI di sektor perbankan, serta demonstrasi Lintasarta Intelligent Core sebagai solusi digital terintegrasi bagi seluruh BPD di Indonesia.(aln)


TERKINI


Rekomendasi

...