SIG Pastikan Pasokan Semen di Aceh Kembali Stabil


JATENGPOS.CO.ID,  JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus mengoptimalkan produksi dan distribusi semen untuk mempercepat pemulihan pasokan di Aceh. Sinergi seluruh jaringan operasional dan distribusi SIG diperkuat untuk memastikan kebutuhan masyarakat serta pelaku pembangunan tetap terpenuhi.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, peningkatan permintaan semen di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa waktu terakhir membuat stok di beberapa titik distribusi lebih cepat terserap. Kondisi tersebut direspons SIG dengan melakukan penyesuaian pasokan melalui penguatan sinergi seluruh jaringan operasional perusahaan.

“SIG memaksimalkan kapasitas produksi PT Solusi Bangun Andalas di Lhoknga dan Lhokseumawe serta packing plant PT Semen Padang di Malahayati. Sebagai wujud sinergi dalam SIG Group, PT Semen Padang juga mengirimkan tambahan pasokan semen untuk mendukung ketersediaan stok di Aceh,” kata Vita.

Selain mengoptimalkan fasilitas produksi dan distribusi di Aceh, SIG memperkuat koordinasi dengan distributor dan mitra logistik. Pemantauan ketersediaan stok dan aktivitas distribusi dilakukan secara rutin, disertai evaluasi harian sebagai dasar pengambilan keputusan.

SIG juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, jaringan distributor dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga distribusi semen berjalan tertib dan efisien. Seluruh mitra penyalur diimbau mengedepankan praktik distribusi yang sehat dan bertanggung jawab agar produk dapat diterima konsumen secara merata.

“Sebagai produsen semen, SIG tidak hanya berupaya menutup kekurangan pasokan karena lonjakan permintaan, tapi juga tidak menaikkan harga. Kami mengimbau jaringan distributor untuk mengelola distribusi dengan efektif dan efisien agar harga eceran di toko terkendali dan tetap terjangkau bagi masyarakat,” tegas Vita.

Baca juga:  Bersiap Hadapi Paruh Musim Kedua, Arbi Percaya Diri di JuniorGP Aragon

Kondisi pasokan yang mulai terkendali mendapat respons positif dari distributor mitra SIG, salah satunya PT Wadah Suci. Kepala Operasional PT Wadah Suci Emy Rinaldi mengatakan, peningkatan permintaan semen di Aceh terjadi seiring pembangunan infrastruktur dan perbaikan rumah masyarakat pascabencana.

Menurut Emy, lonjakan permintaan mulai terasa pada Juli 2026 dan sempat menyebabkan antrean kendaraan di pabrik. Namun, kondisi tersebut kini berangsur stabil dan pasokan semen kembali berjalan lancar.

“Pertengahan sampai akhir Juli permintaan meningkat. Truk-truk sampai mengantri panjang di pabrik. Alhamdulillah sekarang sudah berangsur terkendali dan stabil. Pasokan lancar setiap hari datang. Tapi karena memang permintaan sedang naik, ketika barang datang langsung kami distribusikan,” kata Emy.

Emy menambahkan, pihaknya juga mendapatkan tambahan pasokan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan pasar. Tambahan tersebut tidak hanya berasal dari fasilitas SIG di Aceh, tetapi juga didatangkan dari Pabrik Indarung PT Semen Padang.

“Terima kasih banyak SIG Group yang telah berupaya maksimal untuk memulihkan pasokan semen di Aceh. Alhamdulillah sekarang kondisi sudah berangsur terkendali dan semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” ujar Emy.

Baca juga:  Internet BAIK Series 8 Bukti Kelanjutan Implementasi ESG Telkomsel

Hal senada disampaikan General Manager PT Andesmont Sakti Muhammad Agam Maulana. Ia mengatakan, peningkatan permintaan semen di Aceh sudah mulai terasa sejak awal 2026 dan mencapai puncaknya pada Juli.

“Dulu memang sempat ada sedikit kendala pasokan, tapi alhamdulillah sekarang sudah normal kembali, tiap hari ada kiriman. Dari pihak pabrik juga sudah mengelola dengan baik sehingga lebih teratur,” kata Agam.

Agam menilai penataan yang dilakukan PT Solusi Bangun Andalas turut membuat distribusi semen kembali berjalan lancar. Ia berharap stabilitas pasokan dapat terus dijaga sehingga harga semen di tingkat konsumen juga tetap stabil.

“Saya lihat pabrik sudah sangat maksimal. Saya sangat berterima kasih. Ke depannya saya berharap pihak perusahaan dapat menjaga stabilitas pasokan agar harga juga dapat stabil,” ujar Agam.

SIG merupakan perusahaan BUMN klaster infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan 51 persen saham dimiliki Pemerintah Indonesia. Bertransformasi sejak 2013, SIG kini menjadi penyedia solusi bahan bangunan dengan jangkauan pasar di kawasan Asia, Australia dan Oceania.

Sebagai holding BUMN semen, SIG menaungi enam anak usaha produsen semen, yakni PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk dan Thang Long Cement Company di Vietnam.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...