JATENGPOS.CO.ID, KENDAL – Siswa SMK Harapan Mulya di Kendal, Jawa Tengah, membuktikan pendidikan vokasi dapat menjadi bekal untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun usaha. Melalui Teaching Factory Karya Speed, para siswa mampu melayani hingga 200 motor per bulan dan mencatat omzet mencapai Rp600 juta sejak bengkel tersebut berdiri pada 2022.
Dijelaskan, pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan Pertamina Lubricants melalui program Enduro Home Service (EHS). Program Creating Shared Value (CSV) tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman praktik kepada siswa, mulai dari perbaikan mesin otomotif hingga pembelajaran kewirausahaan.
“Kami ingin memperluas perspektif siswa bahwa keterampilan otomotif yang mereka pelajari tidak hanya menjadi bekal untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dapat menjadi modal untuk menciptakan peluang,” ujar Corporate Secretary Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi.
Menurutnya, melalui program EHS siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam mengoperasikan bengkel, melayani pelanggan, hingga mempromosikan usaha. Selain hard skill seperti teknis perbengkelan, kewirausahaan, pelatihan stamina dan fisik, serta administrasi bengkel, siswa juga dibekali soft skill berupa teamwork, komunikasi pelayanan, dan pembuatan konten digital.
“Kami menerapkan berbagai strategi, salah satunya dengan mengirimkan proposal untuk melakukan servis kunjungan ke perumahan, instansi, dan event komunitas di sekitar wilayah Kendal,” ungkap Kepala Sekolah SMK Harapan Mulya Kendal, Rikha Imaniarti, S.Pd.
Ditambahkan, pihak sekolah juga menyediakan opsi pembayaran pay later bagi konsumen serta mengembangkan kemitraan dengan industri, perusahaan otomotif, kurir e-commerce, dan perusahaan ekspedisi. Digitalisasi juga diterapkan untuk mendukung pengembangan sekaligus pemasaran layanan bengkel.
“Programnya benar-benar membantu saya memahami tantangan nyata yang dihadapi mekanik saat melayani konsumen, termasuk cara berkomunikasi,” ujar Muhammad Daffa, siswa kelas XII SMK Harapan Mulya.
Dikatakan, sejak program EHS bergulir pada 2022, sebanyak 150 siswa SMK Harapan Mulya telah terlibat dalam program tersebut. Para siswa juga mendapatkan pendampingan guru untuk menghadapi berbagai persoalan teknis di lapangan sehingga lebih percaya diri menerapkan keterampilan setelah lulus.
“Masalah-masalah teknis di lapangan sangat beragam, tetapi dengan bantuan guru pendamping kami dapat belajar dan mengatasinya,” tuturnya.
Selanjutnya, para siswa berkesempatan mengembangkan keterampilan dan kompetensinya melalui Enduro Student Program (ESP). Program tersebut memberikan pelatihan teknis, pendidikan karakter kewirausahaan, dan pendampingan bisnis sebagai bekal untuk mengembangkan usaha bengkel secara mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Program EHS juga telah melahirkan alumni yang mampu mengembangkan usaha sendiri. Salah satunya Sumaidi, alumni SMK Harapan Mulya, yang berhasil mengembangkan bengkel mandiri dengan omzet tertinggi mencapai Rp30 juta per bulan dan kini menjadi mitra aktif Pertamina Enduro dengan penjualan mencapai 200 liter per bulan.
Selain pengalaman praktik di bengkel, program EHS memberikan kesempatan kepada siswa berprestasi untuk mengenal ekosistem otomotif secara lebih luas. Salah satunya melalui kesempatan mengikuti program Coaching Mekanik VR46 Academy di Pertamina Mandalika GP.
Saat ini, Enduro Home Service telah bermitra dengan 53 SMK di seluruh Indonesia. Sejak EHS diimplementasikan, SMK Harapan Mulya telah melahirkan 20 lulusan yang mampu mengelola bengkel secara mandiri.
Pertamina Lubricants ke depan akan terus berkolaborasi dengan dunia pendidikan dan industri untuk membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan mendorong generasi muda untuk tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan melalui keterampilan yang dimiliki.(aln)




