Lima Kejadian Kebakaran di Sekitar Jalur KA, KAI Daop 4 Perkuat Kewaspadaan


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Musim kemarau membuat kondisi lingkungan di sejumlah wilayah menjadi lebih kering. Kondisi tersebut menyebabkan material seperti rumput, jerami, sekam, dan sampah lebih mudah terbakar serta meningkatkan potensi kebakaran di sekitar jalur kereta api.

 

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, KAI terus meningkatkan pemantauan terhadap kondisi jalur dan lingkungan di wilayah operasional. Koordinasi juga diperkuat bersama pemerintah daerah, pemadam kebakaran, dan unsur kewilayahan untuk mengantisipasi potensi kebakaran.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di sekitar jalur KA karena api dapat merambat dan asapnya berpotensi mengurangi jarak pandang masinis,” ujarnya.

 

Menurutnya, imbauan tersebut disampaikan menyusul lima kejadian kebakaran atau titik api yang terjadi di wilayah operasional Daop 4 Semarang selama September hingga 16 September 2026. Lima lokasi tersebut yakni sekitar petak Kapuan-Cepu, area belakang Griya Karya Tawang, KM 148+900 Desa Slerok, Tegal, KM 48+700/800 petak Karangjati-Sedadi, serta KM 105 petak Comal-Petarukan.

 

“Hal ini tentu perlu menjadi perhatian bersama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api,” tegasnya.

 

Dikatakan, kejadian pertama berlangsung Minggu (6/9) di sekitar KM 83+500 hingga KM 84+100 petak Kapuan-Cepu. Kebakaran terjadi di lahan tebu sekitar jalur KA dan berhasil ditangani petugas KAI bersama unsur kewilayahan serta Damkar Kota Cepu tanpa mengganggu perjalanan KA.

Baca juga:  Ikaboga Semarang Tetapkan Pengurus Baru

 

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di area belakang Griya Karya Tawang, sekitar Stasiun Semarang Tawang. Petugas KAI bersama pemadam kebakaran melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan, dengan tiga kendaraan terdampak dan tidak ada korban jiwa.

 

Dituturkan, kebakaran lahan kering berikutnya terjadi Selasa (8/9) di sekitar KM 148+900, Desa Slerok, Tegal. Api yang berasal dari area lahan dan rumput kering kemudian merembet ke area sekitarnya, sebelum berhasil ditangani petugas KAI bersama warga dan pemadam kebakaran.

 

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan unsur kewilayahan maupun pemadam kebakaran apabila terdapat potensi kebakaran di sekitar jalur KA,” ungkap Luqman.

 

Ditambahkan, pada Selasa (15/9) sekitar pukul 17.42 WIB ditemukan titik api di sekitar KM 48+700/800 petak Karangjati-Sedadi jalur hilir. Berdasarkan informasi awal, titik api diduga berasal dari pembakaran sisa hasil panen, kemudian ditangani petugas KAI setelah berkoordinasi dengan PPKA Stasiun Sedadi dan PPKA Stasiun Kedungjati.

Baca juga:  SIG Bagikan 331 Hewan Kurban di 23 Provinsi

 

“Apabila masyarakat melihat titik api atau kepulan asap yang berpotensi mendekati jalur, kami mengajak untuk segera melaporkannya agar dapat ditangani sedini mungkin,” tandasnya.

 

Pada pukul 17.49 WIB, titik api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman oleh petugas PPJ pada pukul 17.50 WIB. Kejadian tersebut tidak mengakibatkan gangguan terhadap perjalanan KA.

 

Sementara itu, pada Rabu (16/9) sekitar pukul 08.22 WIB, petugas KAI menerima informasi adanya titik api di dekat jalur hilir KM 105 petak Comal-Petarukan. Informasi tersebut diketahui Deputy Daop 4 Semarang saat melakukan pemeriksaan lintas Semarang-Tegal dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama PPKA Stasiun Comal, Pusat Pengendalian Operasi (Pta), serta dinas terkait.

 

KAI Daop 4 Semarang mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah, jerami, sekam, rumput kering maupun sisa hasil pertanian di sekitar jalur KA. Pencegahan pembakaran dan pelaporan secara cepat penting dilakukan untuk membantu menjaga keselamatan serta kelancaran perjalanan kereta api.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...