Inflasi Jateng Oktober 2026 Tercatat 2,99 Persen, Cabai Jadi Pemicu


JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Jawa Tengah pada Oktober 2026 sebesar 2,99 persen. Sementara itu, secara bulanan atau month-to-month (m-to-m), inflasi tercatat sebesar 0,21 persen.

Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Jawa Tengah pada Oktober 2026 mencapai 112,49. Angka inflasi bulanan tersebut lebih rendah dibandingkan September 2026 yang mencapai 0,31 persen.

Dijelaskan, kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini memberikan andil inflasi bulanan sebesar 0,16 persen, terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai.

Secara bulanan, cabai merah menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar, yakni 0,11 persen. Berikutnya cabai rawit sebesar 0,03 persen, labu siam 0,02 persen, serta angkutan udara sebesar 0,02 persen.

Baca juga:  Telkomsel Siap Adopsi Teknologi Wi-Fi 7 di Indonesia

Selain itu, sejumlah komoditas lain seperti sawi putih, beras, cabai hijau, dan tomat masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen.

Ali Said mengatakan, kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit telah berlangsung sejak Agustus 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan akibat faktor musim dan masa transisi panen.

Di sisi lain, kenaikan tarif angkutan udara pada sejumlah rute penerbangan juga turut memberikan tekanan terhadap inflasi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya biaya operasional maskapai, termasuk kenaikan harga avtur global.

Meski demikian, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi. Daging ayam ras memberikan andil deflasi terbesar sebesar 0,07 persen, disusul telur ayam ras sebesar 0,02 persen.

Sementara itu, secara tahunan, kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 4,23 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga mencatat kenaikan sebesar 3,98 persen.

Baca juga:  Berkah Ramadhan, SPKLU di Yogyakarta Kian Bertambah

Untuk komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar, beras memberikan andil sebesar 0,26 persen. Berikutnya cabai rawit 0,18 persen, minyak goreng 0,15 persen, serta sigaret kretek mesin (SKM) dan daging ayam ras masing-masing 0,06 persen.

Dari sembilan kabupaten dan kota yang menjadi wilayah pemantauan IHK di Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri mencatat inflasi tahunan tertinggi sebesar 3,21 persen dengan IHK 113,06. Disusul Kota Surakarta sebesar 3,20 persen dan Kota Semarang sebesar 3,02 persen.

Adapun inflasi terendah tercatat di Kota Tegal sebesar 2,75 persen. Secara keseluruhan, perkembangan tersebut menunjukkan kenaikan harga pangan masih menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi pergerakan inflasi di Jawa Tengah.(aln)


TERKINI

Rekomendasi

...