Pedang Pora dan Salam Perpisahan Warnai Estafet Pimpinan Polres Semarang


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Minggu sore (2/8/2026) di halaman Mapolres Semarang suasananya berbeda. Tak ada sirine, tak ada razia. Yang ada hanya derap langkah, denting pedang, dan mata yang berkaca-kaca.

Tradisi Farewell Parade digelar. Sebuah penghormatan untuk yang pamit, sekaligus penyambutan untuk yang datang.Hujan rintik sempat turun, tapi tak menyurutkan khidmat.

Barisan personel berdiri tegak. Di tengah mereka, dua nama menjadi pusat perhatian, pejabat lama AKBP Ratna Quratul Ainy, SIK., M.Si., dan pejabat baru AKBP Heru Dwi Purnomo, SIK., M.Si.

Prosesi dibuka dengan Pedang Pora. Deretan perwira mengangkat pedang membentuk gapura kehormatan. Di bawahnya, AKBP Heru Dwi Purnomo bersama istri melangkah masuk sebagai Kapolres Semarang yang baru.

Ia bukan orang asing di wilayah Polda Jawa Tengah. Sebelumnya, ia memimpin Polres Kudus. Kini ia mendapat amanah baru di Semarang.Setelah itu, giliran Farewell Parade untuk melepas orang yang pergi. AKBP Ratna Quratul Ainy kini mendapat tugas baru sebagai Kapolres Kendal.

Hadir dalam acara itu Wakapolres, para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, Ketua Bhayangkari Cabang Semarang beserta pengurus, dan seluruh personel dari Polres hingga Polsek.

Baca juga:  Buka Cabang ke 15 di Semarang, Toko Daging Nusantara Gandeng UMKM Lokal

Di atas mimbar, AKBP Ratna menahan haru. Suaranya bergetar, tapi tegas.

“Saya berharap seluruh Pejabat Utama maupun personel memberikan loyalitas, integritas, dan sinergitas kepada Kapolres yang baru. Terima kasih atas kinerja, dedikasi, dan loyalitas seluruh anggota selama ini,” ucapnya.

“Saya juga memohon maaf atas segala kekhilafan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja,” tambahnya sembari menunduk.

Kalimat yang paling diingat personel sore itu, “Ingatlah, tidak ada pemimpin yang hebat, tetapi tim yang kuat. Jadilah polisi yang baik dan terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.”

Tepuk tangan panjang mengiringi. Beberapa anggota Bhayangkari tampak mengusap air mata.

Giliran AKBP Heru Dwi Purnomo memberi sambutan. Sebagai “warga baru”, ia memilih membuka dengan kerendahan hati.

“Kami sebagai warga baru mohon izin bergabung dan memohon dukungan serta kerja sama dari seluruh keluarga besar Polres Semarang,” ujarnya.

Ia mengapresiasi jejak yang ditinggalkan pendahulunya. Inovasi dan program-program yang sudah berjalan di bawah kepemimpinan AKBP Ratna, katanya, akan dilanjutkan.

Baca juga:  Nilai-nilai Pancasila harus dipahami secara menyeluruh saat pandemic

“Berbagai inovasi dan program baik yang telah dicanangkan oleh Ibu AKBP Ratna Quratul Ainy akan kami lanjutkan demi memberikan pelayanan yang semakin optimal kepada masyarakat,” tegasnya.

Di akhir, ia menoleh ke arah AKBP Ratna. “Selamat bertugas kepada Ibu Ratna di Polres Kendal, semoga senantiasa sukses dalam mengemban amanah baru,” ujarnya.

Diketahui, Farewell Parade bukan hanya seremoni. Di Polres Semarang, tradisi ini jadi pengingat: jabatan bisa berganti, tapi semangat pengabdian harus sama.

Di antara salam, pelukan, dan jabat tangan, terselip pesan. Bahwa soliditas, kebersamaan, dan komitmen untuk masyarakat tidak boleh putus di tengah estafet.

Dengan nakhoda baru, Polres Semarang diharapkan semakin profesional, humanis, dan Presisi. Menjaga keamanan, menertibkan, dan melayani —seperti yang selalu diikrarkan—.

Sore itu, saat pedang terakhir diturunkan dan kepala dirundukkan perlahan, satu hal yang pasti, estafet sudah berpindah dan tugas tetap berlanjut. (muz)


TERKINI

Rekomendasi

...