Momen HUT ke-81 Jateng, Kabupaten Semarang Borong Tiga Penghargaan Prestisius


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN- Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjadi momen istimewa yang sarat makna. Genap 545 hari memimpin Provinsi Jateng, Gubernur Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa roda pembangunan daerah tidak akan pernah berputar optimal tanpa adanya gotong royong dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Dalam upacara peringatan yang dipusatkan di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026) pagi, Gubernur Luthfi menyampaikan apresiasi mendalam yang ditujukan khusus kepada para petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas. Kehadiran perwakilan elemen masyarakat tersebut menjadi simbol nyata bahwa pembangunan di Jawa Tengah adalah hasil kerja bersama.

Apresiasi tinggi juga diberikan kepada pemerintah kabupaten dan kota yang berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam memajukan daerahnya masing-masing. Di antara deretan kabupaten dan kota di Jateng, Kabupaten Semarang tampil sebagai bintang lapangan dengan memborong tiga penghargaan dan piala bergengsi sekaligus sebagai peraih terbanyak.

Tiga Buah Manis Kerja Nyata Kabupaten Semarang

Bupati Semarang, H. Ngesti Nugraha, menyambut baik dan penuh syukur atas raihan prestasi tersebut. Menurutnya, pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras lintas sektor yang konsisten dihadirkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha (tengah) bersama pimpinan OPD terkait Pemkab Semarang dengan penghargaan terbaik Jateng seusai upacara HUT ke-81 Provinsi Jateng di Alun-Alun Kidul, Boyolali, Rabu (19/8/2026). FOTO:IST/JATENGPOS

Berikut adalah tiga pilar penghargaan yang berhasil disabet oleh Kabupaten Semarang:

  1. Juara Kategori Cek Kesehatan Gratis (CKG)

Program kesehatan preventif ini telah menjangkau seluruh 26 Puskesmas di Kabupaten Semarang. Dengan sasaran lebih dari satu juta penduduk, cakupan pemeriksaan terbukti melampaui target tahunan hingga menyentuh angka 116,6 persen. Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sejak dini agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.

Baca juga:  Beri Perlindungan Kepada Eksportir, LPEI Siapkan Produk Asuransi Ekspor

Dari sasaran 1.107.450 penduduk, sampai 13 Agustus 2026 sebanyak 697.318 orang atau 63 persen telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Capaian tersebut terdiri dari; 13.190 (80,5%) bayi baru lahir, 59.707 (63,3%) balita dan anak prasekolah, 132.782 (77,5%) usia sekolah dan remaja, 385.792 (58,3%) dewasa, dan 105.847 (64,8%) lansia.

Keberhasilan tersebut sudah mencapai 116,6 persen dari target tahunan dan melampaui target sebanyak 99.295 orang.

“Bagi kami CKG penting karena mendorong masyarakat untuk  melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, sehingga faktor  risiko maupun penyakit dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” ujar Bupati Ngesti Nugraha seusai rapat koordinasi di Aula Dharma Satya, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Rabu (19/8/2026) sore.

2. Penghargaan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD)

Kabupaten Semarang mencatatkan performa gemilang dengan raihan nilai IDSD yang melampaui rata-rata tingkat provinsi maupun nasional. Penguatan sektor ketenagakerjaan, akselerasi UMKM melalui penyaluran KUR triliunan rupiah, hilirisasi riset, hingga pencapaian target investasi yang agresif menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Diuraikan Bupati di tahun 2025, nilai IDSD Kabupaten Semarang mencapai 4,03, lebih tinggi dari nasional sebesar 3,50 dan Jateng sebesar 3,87.

“Untuk meningkatkan daya saing tersebut, kami fokus pada penguatan tenaga kerja, UMKM, pembiayaan, inovasi, dan investasi. Sampai tahun 2029, kami menargetkan 4.000 peserta  pelatihan dan penyerapan 27.600 tenaga kerja,” jelasnya.

Pada tahun 2025, lanjut Bupati, penyaluran KUR tercatat sekitar Rp1,35 triliun kepada 2.516 debitur.

“Kami juga menargetkan 80 riset, 15 hasil riset yang  dihilirisasi atau dikomersialisasikan, serta nilai investasi sebesar Rp 5,2 triliun sampai tahun 2029,” tandasnya.

Baca juga:  Prof Saerozi Kembali Pimpin Muhammadiyah, Selesaikan "PR" Sertifikasi Tanah Wakaf
Bupati Semarfang H Ngesti Nugraha dan Wabup Hj Nur Arifah bersama pimpinan OPD dan jajaran menunjukkan penghargaan diraih saat rapat koordinasi di Aula Dharma Satya, Kompleks Kantor Bupati Semarang, Rabu (19/8/2026) siang. FOTO:IST/JATENGPOS
  1. Penghargaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh

Mengusung tema permukiman berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, Kabupaten Semarang sukses menunjukkan praktik terbaik (best practice) penataan wilayah, salah satunya di Desa Kesongo Kecamatan Tuntang dan Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa. Dukungan pembangunan infrastruktur lingkungan ini terus diperluas demi mewujudkan lingkungan hunian yang layak dan sehat.

“Sebagai apresiasi, Kabupaten Semarang mendapatkan dukungan pembangunan jalan dan drainase lingkungan senilai Rp400 juta. Pembangunan tersebut diarahkan untuk  penanganan kawasan kumuh di RT 30 RW 09 Desa Pasekan dengan luasan 2,2 hektare dan sudah berkontrak pada Juli 2026,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Semarang masih terus berupaya untuk menangani kawasan kumuh di beberapa kecamatan. Selain itu, bertepatan momentum HUT ke-81 Jateng  juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Balai Penyelenggara Jaminan Produk Halal,  Pemprov Jateng, dan pemerintah kabupaten/kota se-Jateng terkait Sinergi dan Dukungan Sertifikasi Halal dalam Program Kerja Pemerintah Daerah.

Menurut Bupati, kerja sama ini penting untuk memberikan jaminan kepada masyarakat sekaligus memperkuat UMKM. Ia berharap semakin banyak UMKM mendapatkan pendampingan sertifikasi halal sehingga produknya semakin terpercaya, berdaya saing, dan mampu memperluas pasar.

Deretan prestasi membanggakan ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi jajaran Pemkab Semarang untuk terus menghadirkan pelayanan publik terbaik, memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, serta merawat kualitas lingkungan demi kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Berbagai capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan, memperkuat ekonomi masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan permukiman, dan meningkatkan daya saing daerah. Pada akhirnya, yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Semarang,” pungkasnya. (muz)


TERKINI


br>

Rekomendasi

...