29 C
Semarang
Rabu, 18 Februari 2026

Justru Gurunya Abai Prokes

Ganjar Evaluasi Sekolah Tatap Muka di Jateng

JATENGPOS.CO.ID,  SEMARANG – Uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah tatap muka di Jawa Tengah dimulai kemarin. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, melakukan sidak dan menemukan kelalaian protokol kesehatan yang dilakukan oleh guru.

Ia melakukan pantauan di SMAN 4 Semarang dan SMAN 1 Ungaran Kabupaten Semarang. Ganjar mengecek berbagai kesiapan SOP protokol kesehatan. Namun ia justru melihat pengajar atau guru yang tidak menjaga jarak.

“Kalau sarpras (sarana dan prasarana) dan SOP sudah bagus. Yang sulit adalah ketidakdisiplinan dan biasanya justru dari guru-gurunya. Contoh paling konkret, lihat ini gurunya berkerumun tidak ada satu meter jaraknya. Ini bagian dari kedisiplinan yang simpel tapi ini serius. Sayangnya teman-teman tidak ada yang aware dan tidak peduli,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (5/4).

“Kalau konsep, ngomong itu mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka saya selalu tekankan hal itu pada semua untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan ketika praktik di lapangan,” tegasnya.

Ia juga sempat melihat guru yang memberikan telepon selulernya ke siswa agar difotokan. Hal itu menurut Ganjar kelalaian yang tidak disadari. Makan uji coba kali ini menjadi penting agar semua paham.

Baca juga:  Farel Prayoga Buat Lagu Baru 'Tugiman' untuk Ganjar

“Iya tadi ada kejadian yang tidak disadari. Sepele memang, tapi itu bahaya. Saya masuk kelas ada guru yang minta foto ke siswanya dan menyerahkan HP ke siswanya itu. Pada saat guru ngasih HP ke siswa, ini kan perpindahan yang tidak boleh. Yang begini-begini ini bagian yang tidak disadari,” kata Ganjar.

“Inilah kenapa penting kita harus latihan dulu, harus uji coba dulu. Karena hal kecil semacam ini seringkali orang tidak sadar. Hal-hal kecil ini yang kita mau lihat agar kita mendapatkan satu modeling dari PTM di tengah pandemi dengan baik,” pungkas.

Sementara itu dari lima sekolah di Kabupaten Klaten, Jateng, yang dijadwalkan menggelar sekolah tatap muka mulai kemarin, satu di antaranya terpaksa ditunda. Penundaan dilakukan setelah salah satu gurunya dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19.
“Hari ini yang ikut PTM di Klaten ada empat dari seharusnya lima sekolah. Ada satu madrasah tsanawiyah ditunda karena kata dari Dinas Kesehatan Pemkab belum memungkinkan,” jelas Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng wilayah V, Nasikin, saat pemantauan di SMAN 3 Klaten, Senin (5/4).

Baca juga:  Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Dua Bandara Baru di Jateng Batal Layani Pemudik

Bupati Klaten Sri Mulyani juga menjelaskan ada satu sekolah yaitu MTs di Klaten yang dibatalkan menggelar sekolah tatap muka hari ini.

“Satu sekolah yang batal PTM (pembelajaran tatap muka) itu MTS karena ada COVID,” ungkap Mulyani.

Sebelumnya dijadwalkan lima sekolah yang menggelar sekolah tatap muka di Klaten adalah SMAN 3 Klaten, SMKN 3 Klaten, SMPN 2 Klaten, MAN Karanganom, MTsN 3 Klaten. Pihak Kemenag Klaten membenarkan bahwa MTsN 3 Klaten yang berlokasi di Prambanan batal menggelar sekolah tatap muka.

“Ditunda karena ada satu guru yang positif, hari ini dilakukan swab. Hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan, Satgas dan lainnya ditunda, bukan batal,” papar Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Klaten, Bakri, di kantornya.

Guru bersangkutan, ungkap Bakri, dinyatakan positif sejak tanggal 31 Maret. Guru berinisial D itu masuk terakhir tanggal 24 Maret, positif 31 Maret.

“Sudah 11 hari tidak ke sekolah. Namun kita tidak mau ambil risiko sehingga kita tunda dan kita swab,” kata Bakri.(udi)



TERKINI

Rekomendasi

...