27 C
Semarang
Selasa, 10 Maret 2026

Tiga Anggota TNI Diperiksa Pembunuhan PNS Bapenda, Jenderal Andika Pantau Penyelidikan


JATENGPOS.CO.ID, UNGARAN– Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menyebut tiga orang anggota TNI diperiksa terkait kasus pembunuhan PNS Bapenda Kota Semarang, Paulus Iwan Boedi Prasetijo. Ia mendapatkan laporan dari Polda Jateng dua hari setelah ditemukan jasad Iwan.

Jenderal Andika menyebut ada saja jawaban-jawaban yang disebutnya seolah tak terlibat. Saat ini ketiganya masih berstatus saksi. Andika mengaku mengawasi proses pemeriksaan.

“Memang tidak semudah itu, karena ada saja denial atau jawaban-jawaban yang kemudian membuat seolah-seolah tidak terlibat. Tapi kami tidak begitu saja menyerah karena kami yakin Polda juga punya bukti-bukti awal yang cukup pokoknya kami terus mengawal hingga sekarang,” kata Andika saat ditemui di UGM, Rabu (12/10/2022).

“Kami memang membutuhkan (waktu), sebab dinyatakan di situ kan alibi-alibinya itu cukup kuat sehingga kami membutuhkan info-info tambahan dari masyarakat, pun kami juga siap menerima termasuk yang terjadi di Malang (tragedi Kanjuruhan, red) kan itu sangat membantu bila kami bisa mendapatkan info tambahan,” lanjut Jenderal Andika.

Baca juga:  Keren! Pemprov Jateng Raih MCP Tertinggi dari KPK

Kendati demikian, pihaknya masih belum pada kesimpulan terkait peran ketiganya. Termasuk apakah ketiganya benar-benar terlibat dalam kasus ini. “Kita belum menyimpulkan ke situ. Tetapi kita sebut person of interest atau mereka-mereka yang kami ingin dalami,” katanya.

Di sisi lain, ketiga anggota TNI itu hingga saat ini masih belum ditahan sebab masih berstatus sebagai saksi. “Belum (ditahan, red) karena belum kita tingkatkan sebagai tersangka statusnya jadi masih penyelidikan dan statusnya masih sebagai saksi,” jelasnya.

Jenderal Andika mengatakan di antara tiga anggota TNI yang diperiksa terdapat polisi militer. Pemeriksaan ketiganya ditangani oleh Kodam IV Diponegoro. Dia mengaku mengontrol langsung pemeriksaan tersebut.

“Kami memeriksa tiga sejauh ini, ada dari polisi militer, itu betul. Inisialnya saya agak lupa tapi memang kebetulan ada tiga,” ungkap Andika.

“Langsung saya kontrol per minggunya ditangani oleh Kodam (IV Diponegoro) tapi laporan langsung terus ke saya setiap minggu,” imbuhnya.

Baca juga:  Barang Bukti Sabu 3,4 Kg Dimusnahkan Ditresnarkoba Polda Jateng

Jenderal Andika mengatakan ternyata pihaknya telah mendapatkan laporan dari Polda Jateng dua hari setelah ditemukan jasad Iwan PNS Semarang pada 8 September lalu.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, pihaknya menduga pelaku pembunuhan Iwan sudah paham lokasi kejadian dan terlatih.

“Diduga yang bersangkutan, pertama, sudah mengetahui situasi di sekitar Marina tersebut karena memang di situ hanya ada beberapa lokasi pintu masuk, dijaga oleh portal, kemudian di sana juga ada blank spot,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/10/2022).

“Artinya, yang bersangkutan cukup terlatih, cukup mengetahui lokasi, kemudian juga cukup terlatih,” imbuhnya seperti dilansir dari detikcom.

Polisi sudah memeriksa 25 orang saksi dalam kasus ini. Iqbal menyebut akan melakukan pemeriksaan menggunakan lie detector atau pendeteksi kebohongan ke beberapa saksi.

“Polrestabes berkoordinasi dengan Labfor sudah melaksanakan tes lie detector terhadap saksi atas nama AG. Tes lie detector juga akan dilakukan kepada saksi yang lain,” ujarnya. (dtc/muz)



TERKINI

Rekomendasi

...