JATENGPOS.CO.ID, BANJARMASIN- Nakhoda KM Virgo Transport 8 akhirnya dipastikan selamat setelah kapal yang membawa 243 orang itu mengalami kecelakaan di perairan Masalembo, Laut Jawa. Nakhoda kini menjalani pemeriksaan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang berujung pada kecelakaan kapal tersebut.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengatakan nakhoda telah ditemukan dan saat ini tengah dimintai keterangan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurai penyebab kecelakaan yang hingga kini masih menyisakan ratusan penumpang dalam pencarian.
“Nakhoda sudah datang, sedang diperiksa, jelas ya,” kata Suntana saat menyampaikan perkembangan operasi SAR hari ketiga di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.
Tak hanya keterangan nakhoda, tim juga masih memburu Voyage Data Recorder (VDR) milik kapal. Perangkat yang kerap dianalogikan sebagai black box pada pesawat itu belum ditemukan.
VDR menyimpan berbagai rekaman penting selama kapal beroperasi. Data tersebut nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menelusuri kronologi sekaligus faktor yang menyebabkan kecelakaan.
Pemerintah saat ini masih memprioritaskan operasi pencarian dan pertolongan. Pasalnya, jumlah korban yang belum ditemukan masih sangat besar dan tim SAR juga membuka kemungkinan adanya korban yang masih berada di dalam kapal.
“Masih ada penumpang-penumpang yang belum ditemukan. Oleh karenanya tim SAR berupaya mempercepat pencarian agar korban-korban yang masih diperkirakan masih berada dalam kapal dapat dievakuasi,” ujar Suntana.
Hingga Selasa (15/9) pukul 22.00 Wita, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyatakan 114 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.
Artinya, dari total 243 orang yang berada di dalam KM Virgo Transport 8, sebanyak 129 orang masih dalam pencarian.
Seluruh korban yang telah ditemukan telah dievakuasi dan mendarat di Banjarmasin. Operasi SAR pun terus dilanjutkan untuk mencari penumpang lain yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026). Kapal kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita.
Di tengah operasi pencarian korban, DPR mulai menyiapkan langkah untuk mengusut lebih dalam tragedi tersebut. Komisi V DPR berencana membentuk panitia kerja (Panja) untuk mendalami kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pembentukan Panja diperlukan untuk mengurai berbagai persoalan yang berkaitan dengan kecelakaan, mulai dari pengawasan kapal, keputusan berlayar, hingga informasi cuaca yang diterima sebelum kapal bertolak.
Menurut Lasarus, alasan cuaca buruk yang disebut berkaitan dengan kecelakaan justru perlu diperiksa secara menyeluruh.
“Ini kan alasannya cuaca, katanya cuaca kurang bagus. Kalau cuaca kurang bagus, kenapa lu berlayar? Ini juga soal gitu loh, informasi cuaca mereka terima nggak? Meng-update cuaca nggak? Boleh nggak berlayar?” kata Lasarus kepada wartawan, Selasa (15/9/2026).
Ia menilai keterangan nakhoda juga menjadi bagian yang penting untuk ditelusuri. Karena itu, DPR akan meminta seluruh informasi terkait keputusan pelayaran dan kondisi kapal sebelum kecelakaan terjadi.
“Ini nakhodanya gimana? Informasi dari nakhodanya ini kita minta semua diinvestigasi,” ujarnya.
Menurut Lasarus, Panja akan memberikan ruang yang lebih luas bagi Komisi V untuk memanggil pihak-pihak terkait dan mengurai persoalan secara lebih menyeluruh.
“Kalau kami mau mengurai satu persatu supaya nanti boleh memanggil banyak pihak dalam konteks pendalaman mencari tahu sebab kecelakaan ini memang kami akan bentuk panja, karena panja ruang gerak kami lebih dalam gitu loh untuk bisa mendalami dan panja juga harus punya rekomendasi nanti,” jelasnya.
Hasil pendalaman Panja nantinya akan menjadi dasar bagi DPR untuk memberikan rekomendasi, termasuk melihat ada atau tidaknya dugaan pelanggaran dalam rangkaian peristiwa tersebut.
Kementerian Perhubungan juga dipastikan akan dipanggil untuk memberikan penjelasan mengenai aspek pengawasan dan regulasi pelayaran.
“Pasti, kalau ini emang pasti ini bukan kita panggil lagi, kita akan preteli ini,” tegas Lasarus.
Sementara itu, pencarian korban masih menjadi prioritas utama. Di saat nakhoda telah berhasil ditemukan dan menjalani pemeriksaan, pertanyaan terbesar tragedi KM Virgo Transport 8 masih belum terjawab: bagaimana kapal yang membawa 243 orang itu bisa mengalami kecelakaan, dan apakah seluruh prosedur keselamatan serta keputusan pelayaran telah dijalankan sebagaimana mestinya.
Jawaban atas pertanyaan tersebut kini menunggu hasil pemeriksaan nakhoda, temuan VDR, investigasi KNKT, serta pendalaman yang akan dilakukan DPR melalui Panja. (dtc/muz)





