JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG — Kehidupan sosial masyarakat dan potensi talenta lokal menjadi warna utama dalam serial web bertajuk “Pakde Cinta” yang tengah digarap di Kota Semarang.
Serial ini mengangkat cerita kehidupan para penghuni sebuah rumah kos khusus perempuan dengan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Tak tanggung-tanggung seriel Web tersebut, digarap oleh sutradara profesional Tanah Air yakni Ungke Kaumbur yang bekerja sama dengan Bayu Ramli selaku produser.
Ungke Kaumbur menjelaskan, “Pakde Cinta” mengambil latar sebuah tempat kos yang dikelola oleh seorang tokoh yang akrab disapa Pakde. Para penghuni kos terdiri dari perempuan dengan rentang usia remaja hingga dewasa.
“Kenapa disebut Pakde Cinta, karena di dalam kos-kosan itu ada beberapa penghuninya. Setiap episode memunculkan problem masing-masing. Misalnya episode pertama ada satu perempuan yang memiliki masalah, kemudian dipecahkan bersama-sama oleh Pakde sebagai jalan keluar,” jelasnya, disela pengambilan gambar, di sebuah Hotel Semarang, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, setiap episode memiliki persoalan yang berbeda, namun tetap berada dalam benang merah kehidupan sosial masyarakat yang didukung talenta lokal berbakat.
“Tantangan dalam produksi bukan hanya berkaitan dengan kemampuan pemain, saya harus menyiasati supaya secara peristiwa masih enak ditonton, tapi secara mainnya teman-teman masih bisa ditolong,” ujarnya.
Ketertarikannya menggarap “Pakde Cinta” juga tidak lepas dari latar belakangnya di dunia teater. Selain gagasan cerita yang dinilainya menarik, hubungan baik dengan sejumlah pihak yang terlibat dalam produksi juga menjadi alasan dirinya bersedia bergabung.
Sementara itu, produser Bayu Ramli selaku produser dan juga pemeran tokoh sentral mengatakan produksi “Pakde Cinta” diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih besar di Semarang.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Ungke Kaumbur dan sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses produksi.
“Terima kasih banget sama sutradara satu ini yang luar biasa. Beliau mau memberikan satu sumbangsih di produksi ini,” kata Bayu.
Bayu juga menegaskan bahwa pemilihan pemain lokal merupakan bagian dari upaya membuka kesempatan bagi anak-anak daerah yang memiliki bakat dan talenta di bidang seni peran.
“Jangan sampai hanya dimonopoli oleh orang-orang metropolis. Saya ingin anak-anak lokal di sini juga bisa menunjukkan sesuatu yang bagus,” katanya.
Tak berhenti pada produksi serial web, Bayu berharap kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi wadah yang lebih luas bagi komunitas seni di Semarang.
Untuk penayangan, “Pakde Cinta” direncanakan hadir melalui platform YouTube dan akan didukung distribusi melalui media sosial.
Tim produksi menargetkan serial tersebut mulai dirilis pada April, meski tanggal pastinya masih menunggu kesiapan produksi.
Salah satu telanta lokal yakni Retno Ardi juga memberi apresiasi atas produksi serial Web Pakde Cinta yang membuka ruang ekspresi bakat sineas pemula.
“Serial Web ini benar-benar membuka ruang unjuk bakat pemula, untuk terus berkembang dalam dunia sineas profesional serta mengangkat pamor talenta lokal, khususnya di Kota Semarang,” katanya. (ucl/rit)





