JATENGPOS.CO.ID, DEMAK – Dengan bertempat di Aula Kecamatan Karanganyar kemarin dilaksanakan kegiatan operasional ketahanan keluarga berbasis kelompok. Kegiatan ini dihadiri tiga Kampung KB di Kecamatan Karanganyar yaitu Desa Undaan Lor,Desa Bandungrejo dan Desa Ketanjung masing-masing tiga Poktan.
Ketahanan keluarga berbasis kelompok ini sendiri ini adalah meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap orangtua serta anggota keluarga lainnya dalam membina tumbuh kembang secara menyeluruh dan terpadu guna mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Ketahanan keluarga sendiri tidak lepas dari Tri Bina, yang diantaranya adalah bina keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia yang mana diharapkan dari pembinaan ketahanan keluarga dapat mewujudkan penduduk yang berkualitas dan dapat menciptakan kondisi keluarga yang tangguh yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta mengandung kemampuan fisik dan mental guna hidup mandiri yang dapat mengembangkan diri dan keluarga untuk hidup harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan, kebahagiaan lahir dan batin.
Dalam kesempatan itu Dra. Muji Hastuti MM selaku Koordinator BPKB Kecamatan Karanganyar menyampaikan bahwa kegiatan operasional ini merupakan kegiatan perdana diawal tahun. Diharapkan dengan pelatihan ini akan menumbuhkan jiwa wiraswasta bagi kader untuk menerapkan dan menjadikan peluang bisnis menghadapi lebaran di tahun 2022.
“Saya harapkan dengan adanya pelatihan ini tentunya bisa menumbuhkan jiwa entrepreneur atau jiwa berwiraswasta dalam diri masing-masing kader, sehingga menghadapi lebaran tahun ini para kader bisa mengembangkan peluang bisnis yang ada,” jelasnya.
Sementara itu nara sumber kedua yaitu Bambui Rumiyati dari Bambui Jaya yang merupakan salah satu pemilik oleh-oleh khas Demak “bambwi omabling” yang berlokasi di jalan Sunan Kalijaga, Kadilangu, Demak, memberikan motivasi agar para kader lebih berkembang untuk ke depannya.
“Kami dalam kegiatan ini hanya memberikan pengarahan kepada para peserta anggota poktan kampung KB, untuk selanjutnya agar dapat mengembangkan potensi mereka. Kami juga tidak akan tinggal diam dan akan membantu di dalam pemasarannya,” ujar Rumiyati.
Selanjutnya kegiatan tersebut juga diisi dengan praktik membuat Cake Mandarin, Sirup Nanas dan Nastar. Diharapkan pada kegiatan ini dapat menambah ketrampilan tentang pembuatan cake dan sirup dan dapat memasarkannya secara tepat dan benar. (*)













