28 C
Semarang
Rabu, 29 April 2026

Buka Prodi Magister Manajemen, STIE Semarang Jawab Tantangan Manajerial Pemerintahan




JATENGPOS.CO.ID, SEMARANG – Animo pasca sarjana di bidang manajemen saat ini sangat besar. Pendidikan lanjut mengenai manajerial juga memiliki potensi yang luas dalam sistem pemerintahan.

STIE Semarang menjawab tantangan tersebut dengan membuka Program Magister untuk Prodi Manajemen.

Ketua STIE Semarang Dr. ST Sunarto, M.S menjelaskan, berdasarkan keputusan Mendikbudristek tanggal 22 April 2022, pihaknya telah mengantongi SK Menteri untuk membuka Program Magister Manajemen. SK Nomor 304/E/O/2022 tersebut disampaikan melalui Kepala Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah Bhimo Widyo Andoko SH MH, pada Kamis (28/4) di Kantor LLDIKTI Wilayah Jateng, Bendhan Dhuwur Semarang.

Usai penerimaan SK, Sunarto menyampaikan rasa syukur atas diterbitkannya SK tersebut. melalui SK itu, pihaknya akan segera mempersiapkan konsentrasi program magister untuk PT yang dipimpinnya tersebut. “Alhamdulillah pada penghujung Ramadhan kami menerima berkah yang tidak terkira dengan menerima SK ini, sehingga dapat segera melakukan pembukaan jalur pasca sarjana di STIE Semarang,” terangnya kepada wartawan.


Baca juga:  Pemprov Jateng Sosialisasikan Transisi Energi Menuju Industri Hijau SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menggandeng banyak pihak, untuk penggunaan energi alternatif dalam menuju industri hijau (green industry). Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno, langkah paling dekat yakni penggunaan panel surya dan gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG), untuk dunia industri. "Transisi energinya bertahap. Kita dorong di beberapa kawasan industri juga menggunakannya. Sekarang juga sudah menuju untuk penggunaan CNG di Jawa Tengah," kata Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Bidang Indag Tahun 2025 dan Sosialisasi Rengganis Pintar "Revitalisasi Green Industry" Guna Mendorong Peningkatan Ekspor Jawa Tengah, di The Wujil Resort & Convention Kabupaten Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Untuk pemanfaatan CNG, kata Sumarno, didukung oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) pemasangan transmisi dari Cirebon-Semarang (Cisem) yang saat ini sedang berproses. "Selain lebih ramah lingkungan, sebetulnya CNG itu menggunakan produk dalam negeri," katanya. Dikatakan Sumarno, Pemerintah Provinsi Jateng juga memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang punya produk CNG yakni PT Jateng Petro Energi. Perseroda didorong untuk memperbanyak produksi gas alam dan disalurkan baik untuk industri kecil maupun besar. Di sisi lain yang tak kalah penting, yakni setiap perizinan usaha dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) harus harus benar-benar dipatuhi. Supaya lingkungan tetap terjaga. Apalagi Jawa Tengah dijadikan provinsi penumpu pangan dan industri, di mana keduanya harus seimbang. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, July Emmylia, mengatakan, program Rengganis Pintar, merupakan, suatu upaya kita untuk dapat mempercepat implementasi Industri Hijau di wilayah setempat. "Karena apa? Karena sekarang ini market driven sudah mewajibkan untuk ber-sertifikat IUDR dan FSC. Nah, kalau tidak kita segera kejar kita akan kehilangan market," katanya. Emmy menjelaskan, green market action itu berada pada angka 79,12 persen. Hal itu harus segera dipenuhi agar tidak kehilangan potensi pasar dan mengurangi produk ekspor. Adapun Rengganis Pintar merupakan sistem mulai dari forum konsultasi, komunikasi, kemudian instrumen indeks siap hijau untuk mengukur kesiapan industri. Khususnya untuk industri kecil menengah (IKM). "Pelaku IKM didampingi dan diberikan fasilitasi sertifikat gratis. Sertifikat gratis ini untuk dapat menuju ke Industri Hijau," katanya. Disperindag, kata Emmy, memiliki target jangka pendek dan panjang. Jangka pendeknya melelui program itu akan menambah jumlah kesadaran pelaku industri untum bersertifikat hijau. Untuk jangka panjang akan membuat peta arah (roadmap). "Pada tahun 2028 nanti Pak Gubernur Ahmad Luthfi itu sudah mencanangkan arah kebijakan pembangunan. Yakni peningkatan dan pemerataan pembangunan daerah itu melalui potensi lokal dan industri hijau," katanya. (*)

Dikatakan Sunarto, saat ini animo masyarakat terhadap program magister manajemen sangat besar. Salah satu konsentrasi yang menjadi perhatian adalah pemerintah desa. Ini dikarenakan sistem administrasi dan manajemen di pedesaan kini mengelola anggaran yang cukup besar. “Kami akan mempertimbangkan konsentrasi manajerial pemerintahan khususnya manajemen pemerintah desa, mengingat tantangannya sangat besar,” ungkapnya.

Selain itu, tidak lepas juga peran alumni yang saat ini berjumlah sekitar 3.500 orang yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Menurutnya, berdasarkan informasi dan masukan dari para alumni, mendorong pihaknya untuk mengajukan program magister manajemen.

Ketua Yayasan Pendidikan Koperasi Wanuri dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya sangat mendukung pengembangan yang dilaksanakan oleh STIE Semarang tersebut, dalam menjawab tantangan zaman. Dia mengapresiasi PT yang sudah menyiapkan sarana dan pra sarana dalam menyambut SK Menteri itu.

Baca juga:  Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Polres Demak Panen Jagung

Sedangkan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko menyampaikan, dia berharap STIE Semarang dapat berkembang dan menjadi Prodi dengan Akreditasi A atau Unggul. Dia berharap STIE Semarang menjadi PT yang sehat sehingga program pasca sarjana yang sudah dimiliki dapat terawat dengan baik. (rit/bis)




TERKINI




Rekomendasi

...