JATENGPOS.CO.ID, SRAGEN – Sebanyak 19 désa di Kabupaten Sragen bakal menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 25 Oktober mendatang. Tiga desa, diantaranya Purwosuman Kecamatan Sidoharjo. Desa Gabugan, Kecamatan Tanon dan Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan dinilai rawan gesekan antar pendukung. Untuk mengantisipasi terjadinya gejolak dalam Pilkades serenta itu, Polres Sragen siap menerjun 2/3 kekuatan untuk pengamanan segala gangguan.
Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama menjelaskan dari 19 desa yang gelar Pilkades itu memang 3 diantaranya masuk zona kuning. Namun dari hasil pemetaan, semua tetap aman dan terkendali.
“Diharapkan semua ikut membantu mewujudkan suasana yang aman dan kondusif saat pilkades. Termasuk para awak media untuk menjaga Pilkades aman,” tutur AKBP Piter.
Dikatakan AKBP Piter, kalah dan menang dalam sebuah kontèstasi adalah hal yang biasa di era demokrasi seperti saat ini. Untuk melakukan pengamanan,
Polres Sragen menyiagakan 2/3 kekuatan termasuk tambahan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Brimob.
Berbagai upaya telah dilakukan bersama, termasuk membuat deklarasi damai siap menang siap kalah, bagi para peserta pilkades. Termasuk dari jajaran aparat keamanan dan pemerintah daerah di tingkat kecamatan selalu melakukan pendekatan dan silaturahmi dengan para peserta pilkades, termasuk dengan para tim suksesnya.
“Yang menang jangan sampai mengejek yang kalah dan yang kalah juga harus legawa serta mendukung yang menang. Kalah menang hal yang biasa dalam sebuah kontestasi di alam demokrasi saat ini,” tandas mantan Kapolres Kebumèn tersebut.
Terkait botoh yang akan beraksi dalam pilkades, lanjut Kapolres, pihaknya telah melakukan mapping atau pemetaan dengan aktifitas itu. Terkait upaya pencegahannya, pihaknya sudah menyampaikan ke polsek-polsek untuk waspada dan selalu mengantisipasiya. Juga ada tim dari polres terus berkeliling untuk mengantisipasi.
Botoh adalah termasuk delik perjudian jika memenuhi unsur dan benar-benar ada akan dikenal pasal tersebut.
“Botoh itu terus bergerak dan biasanya dari luar. Tim kita bergerak terus, berkeliling dan bahkan ada patroli siber dari polres dan polda untuk meminimalisir itu. Syukur-syukur tidak ada. Kalau ada dan terbukti maka akan dipakai detik perjudian,” kata Kapolda.
Tentang tingkat kerawanan, Polres Sragen juga sudah melakukan pemetaan sesuai instruksi dari polda. Dimana memetakan kondisi dengan tiga warna.yakni. Hijau untuk aman, Kuning untuk rawan dan Merah untuk sangat rawan. “Di Sragen ada 16 désa hijau, tiga kuning rawan di Plumbon, Sambungmacan, Purwosuman di Sidoharjo dan Gabugan di Tanon,” jelas Kapolres.
Pihaknya juga sudah menyiapkan pasukan yang siap sedia di Mapolres jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, seperti situasi yang memanas atau adanya fraksi dari kelompok. “Kami juga ada BKO dari Brimob sebanyak 45 orang jika eskalasi situasi dan kondisinya memang mengharuskan,” tegas Kapolres. (ars)







