JATENGPOS.CO.ID, SALATIGA – Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga Yuliyanto menuding kegiatan Mayday yang gelar Pemkot Salatiga dan dihadiri Gubernur Jawa Tengah sebagai ajang kampanye terselubung. Terlebih kegiatan tersebut memobilisasi ASN melalui undangan yang disebar oleh Sekda Salatiga.
Diketahui Pemkot Salatiga mengadakan rangkaian kegiatan, salah satunya jalan sehat, untuk memperingati Hari Buruh Internasional di halaman Balaikota Salatiga, Jumat (5/5). Kegiatan Mayday ini dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga calon presiden dari PDIP.
Yuliyanto menjelaskan, dalam undangan tersebut Sekda mengundang para kepala OPD, Direktur BUMD, Asisten Sekda, Staf Ahli Wali Kota, para Kabag dan para lurah untuk hadir pada hari Jumat 5 Mei di halaman Pemkot Salatiga dengan agenda olah raga bersama dalam rangka Hari Buruh Internasional. Di dalam undangan, disebutkan untuk memakai dres code warna baju putih celana gelap.
Sementara, undangan yang sama dilontarkan Ketua DPC PDIP Kota Salatiga. Dalam undangan tersebut, ia mengajak kepada para komadante dan seluruh kader untuk hadir di acara Mayday yang dihadiri oleh Ganjar Pranowo. Di dalam undangan tersebut, tidak disebut gubernur, namun disebut calon presiden kita.
“ Diintruksikan kepada seluruh kader terbaik PDI Perjuangan baik structural maupun simpatisan untuk dapat menghadiri dan menyambut calon presiden kita, Ganjar Pranowo. Demikian intruksi kami sampaikan dan sekaligus sebagai undangan,” kata bunyi undangan bertandatangan Ketua DPC PDI Perjuangan Salatiga.
Menanggapi hal tersebut, Yuliyanto menyatakan bahwa apa yang dilakukan Sekda tersebut diduga merupakan kampanye terselubung yang melibatkan ASN yang dibungkus kegiatan Mayday. “ ASN harus menjaga netralitasnya, jangan bermain politik, karena ini sudah tahun politik, ASN tidak perlu ditarik-tarik,” ujar Wali Kota Salatiga dua periode 2012-2017dan 2017-2022 ini.
Sementara, Sekda Salatiga Wuri Pujiastuti saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kehadiran Ganjar Pranowo di acara Mayday yang digelar Pemkot Salatiga kapasitasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Selain itu undangan yang ditujukan ke ASN, semata-mata untuk memeriahkan Mayday.” Yang penting ASN, kami tidak ada koordinasi dengan yang lain ( parpol). Tidak ada kampanye terselubung. Kita ini dalam rangka memperingati Mayday yang dihadiri gubernur,” pungkasnya. (deb)













