30 C
Semarang
Sabtu, 7 Maret 2026

SD Muhammadiyah Internasional UMS, Mendikdasmen Soroti Tantangan Krisis Literasi Pendidikan

JATENGPOS.CO.ID, SUKOHARJO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menyoroti berbagai tantangan pendidikan di Indonesia, Ia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pembelajaran agar pendidikan benar-benar memberikan dampak bagi siswa.

Hal tersebut disampaikan saat meresmikan gedung SD Muhammadiyah Internasional (SDMI) Labschool FKIP UMS di Kartasura, Jumat (14/3) sore.

Mu’ti mengapresiasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalama mendirikan SDMI Labschool sebagai sekolah laboratorium yang menghubungkan teori dan praktik dalam pendidikan dasar.

“Keberadaan sekolah ini bukan hanya menambah pilihan pendidikan berkualitas, tetapi juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi seperti UMS mampu berperan lebih dalam mencetak generasi unggul sejak usia dini,” ujarnya.

Namun, di balik apresiasinya, Mu’ti juga mengangkat isu besar dalam dunia pendidikan nasional, salah satunya fenomena “schooling without learning.” Ia menjelaskan bahwa banyak siswa secara formal bersekolah, tetapi gagal memahami esensi pembelajaran yang mereka terima.

Baca juga:  Polda Jateng Buru Provokator Bentrok Ormas di Pengajian Habib Rizieq

“Masalah utama kita bukan sekadar meningkatkan angka partisipasi sekolah, tetapi memastikan bahwa siswa benar-benar belajar dan memahami materi yang diajarkan. Tanpa metode pengajaran yang efektif, sekolah hanya akan mencetak lulusan yang memiliki ijazah, tetapi minim keterampilan,” tegasnya.

Selain itu, Mu’ti menyoroti krisis literasi dan numerasi yang masih menjadi tantangan serius. Menurutnya, banyak siswa yang mampu membaca kata demi kata, tetapi tidak dapat memahami makna dari teks yang dibaca. Demikian pula dalam bidang matematika, banyak siswa yang kesulitan dalam memahami konsep numerik dasar, padahal keterampilan ini sangat esensial dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingatkan kembali bahwa pembangunan infrastruktur pendidikan, seperti SDMI Labschool ini, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pengajaran. keberadaan sekolah yang modern dan fasilitas yang lengkap saja tidak cukup jika metode pengajaran dan pendekatan belajar tidak dikembangkan.” tandas Abdul Muti’

Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Sutama, M.Pd., mengungkapkan bahwa gedung SDMI Labschool berdiri di atas lahan seluas 1.400 m² dengan lima lantai. Sekolah ini didesain sebagai sekolah laboratorium yang berada di bawah FKIP UMS, di mana para calon guru dapat melakukan praktik langsung dalam mengajar.

Baca juga:  Prestasi Inspiratif Mahasiswa Teologi UKSW Salatiga Belajar di Jerman

“Sekolah ini kami namakan SD Muhammadiyah Internasional dan berfungsi sebagai sekolah laboratorium. Proyek ini awalnya dirancang secara mandiri, namun karena kendala pendanaan, UMS mengambil alih hingga akhirnya bisa diselesaikan,” jelas Sutama.

Rektor UMS, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si., menambahkan bahwa pembangunan SDMI Labschool bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga upaya strategis untuk memperkuat aspek pendidikan sains dan teknologi sejak dini.

“Sekolah ini akan menjadi tempat bagi dosen-dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UMS untuk mengajar langsung, sehingga teori yang diajarkan di kampus bisa diterapkan secara nyata di sekolah.” tandasnya. (dea)



TERKINI

Rekomendasi

...