26.7 C
Semarang
Sabtu, 11 April 2026

Sambangi SRMA 15 Magelang, Wibowo Prasetyo Ajak Siswa ‘Perang’ Lawan Bullying




JATENGPOS.CO.ID, MAGELANG – Suasana di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 15 Magelang tampak lebih bersemangat pada Jumat (10/4/2026). Anggota DPR RI, Wibowo Prasetyo, hadir langsung untuk memberikan dukungan penuh pada acara Deklarasi Sekolah Anti-Kekerasan. Kehadirannya bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan sebuah ajakan bagi seluruh warga sekolah untuk bersatu melawan segala bentuk perundungan (bullying).

Wibowo menilai langkah SRMA 15 Magelang ini sangat strategis dan taktis. Menurutnya, menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan akan membawa manfaat jangka panjang bagi karakter siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Wibowo memberikan apresiasi tinggi kepada Muhammad Taufiq, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Magelang dan Anisatul Masruroh Kepala Sekolah SRMA 15 Magelang atas inisiatif keren ini. Ia berharap gerakan serupa bisa menular ke sekolah-sekolah lain di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Di depan puluhan siswa yang berkumpul di Tegalrejo, Wibowo menekankan bahwa bullying tidak selalu soal fisik. Semangat anti-perundungan harus menjadi gaya hidup sehari-hari, bukan cuma slogan di spanduk. Siswa dilarang keras saling menjelekkan yang bisa memicu keributan fisik.


Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengah VI ini mengingatkan bahwa ucapan yang merendahkan teman atau saudara sudah termasuk kategori perundungan. “Mari kita berusaha menjaga lisan kita, tidak merendahkan teman atau orang lain, lebih-lebih pada orang tua dan guru kita. Kita ada adab dan tata krama mestinya mengedepankan itu,” pesannya dengan hangat.

Tak main-main, Wibowo juga mengingatkan bahwa aksi perundungan memiliki konsekuensi hukum yang mengikat. Hal ini ditegaskannya langsung di depan perwakilan Polsek Tegalrejo yang turut hadir.

Sosialisasi ini dianggap sangat penting supaya para siswa tidak terjerumus dalam pelanggaran hukum hanya karena tidak tahu aturan. Wibowo meminta para siswa untuk selalu menjaga etika dan tingkah laku dalam pergaulan.

Acara yang berlangsung gayeng ini ditutup dengan pemaparan materi dari pihak kepolisian mengenai dampak buruk perundungan dari sisi hukum dan psikologis. Wibowo pun mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polsek Tegalrejo yang ikut membekali para siswa dengan wawasan baru.

“Dengan begini, kita semua jadi tahu apa itu bullying dan bagaimana cara melawannya demi semangat anti-kekerasan,” pungkas Wibowo sebelum menutup acara dengan sesi penandatanganan komitmen bersama para siswa.




TERKINI




Rekomendasi

...