27.1 C
Semarang
Senin, 27 April 2026

Kesejahteraan Guru Madrasah Swasta Jadi Aspirasi Utama Reses DPR RI




JATENGPOS.CO.ID,  MAGELANG – Isu kesejahteraan guru madrasah swasta menjadi bahasan utama dalam pertemuan serap aspirasi bersama puluhan guru yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Madrasah Mandiri (PGMM) Kabupaten Magelang, Sabtu (25/4/2026). Dalam forum tersebut, para guru menyampaikan berbagai keluh kesah, terutama terkait rendahnya penghasilan, panjangnya masa pengabdian, serta harapan adanya kebijakan yang lebih adil dari negara.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Wibowo Prasetyo, yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa persoalan kesejahteraan guru madrasah swasta kini telah menjadi isu nasional. Karena itu, pemerintah bersama DPR terus mencari skema paling tepat untuk meningkatkan kesejahteraan para guru madrasah swasta.

Di hadapan pengurus dan anggota PGMM Kabupaten Magelang, Wibowo menjelaskan bahwa Komisi VIII DPR RI terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama, Kemenpan RB, BKN, dan Kementerian Keuangan untuk merumuskan kebijakan yang berpihak kepada guru madrasah swasta.

“Kami mendorong pemerintah untuk menyiapkan insentif khusus bagi sekitar 630.000 guru swasta. Skema ini nantinya akan mempertimbangkan masa pengabdian guru dan berada di bawah payung anggaran Kementerian Agama,” ujar Wibowo.


Baca juga:  Efisiensi Anggaran Berdampak Pada Pembangunan Infrastruktur di Salatiga

Ia menambahkan, jalur kebijakan khusus atau afirmasi menjadi pilihan yang paling didorong saat ini karena dinilai lebih cepat dibandingkan revisi UU ASN yang membutuhkan waktu panjang. Menurutnya, guru madrasah swasta tidak boleh terus-menerus berada dalam ketidakpastian.

“Targetnya, proses cepat dan guru-guru harus sejahtera,” tegas legislator dari Dapil Jawa Tengah VI tersebut, disambut antusias para guru.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengingatkan pemerintah bahwa peran madrasah swasta sangat krusial bagi masa depan bangsa. Dengan jumlah madrasah swasta yang mencapai sekitar 95 persen secara nasional, keberadaannya menjadi tulang punggung pendidikan karakter, keagamaan, dan akhlak generasi muda.

“Tanpa guru-guru madrasah swasta, siapa yang akan mendidik anak-anak kita? Negara harus hadir memberikan dukungan nyata sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka mencetak generasi muda yang berilmu dan berakhlak,” tambahnya.

Selain isu kesejahteraan guru, Wibowo juga membawa kabar terkait bantuan pendidikan bagi siswa madrasah. Pada tahun anggaran ini, ia berkomitmen untuk meminta penambahan kuota Program Indonesia Pintar (PIP) jalur aspirasi bagi siswa madrasah, baik jenjang MI, MTs, maupun MA.

Baca juga:  REFLEKSI BIDANG KERJA SAMA JAWA TENGAH 2025: Kolaborasi Sunyi yang Menggerakkan Program Prioritas 

“Silakan ajukan usulan siswa yang membutuhkan. Saya akan kawal betul agar bantuan ini bisa menjangkau lebih banyak anak didik di madrasah swasta,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGMM Kabupaten Magelang, Warsito, menyampaikan terima kasih atas perhatian Wibowo yang telah menampung aspirasi dan keluh kesah para guru madrasah. Menurutnya, banyak guru madrasah swasta yang telah mengabdi puluhan tahun, tetapi belum memperoleh kesejahteraan yang layak.

“Ada guru madrasah yang sudah mengabdi 30 tahun dengan gaji jauh dari layak. Jika bisa diangkat menjadi PPPK saat ini, mungkin hanya menikmati status guru PPPK kurang dari setahun. Tapi hal ini akan menjadi kenangan bahwa guru madrasah swasta juga diperhatikan oleh negara,” ungkap Warsito.

Menutup pertemuan, Wibowo memastikan aspirasi PGMM Kabupaten Magelang tidak akan berhenti di forum reses. Ia menyatakan siap membawa dan mengawal masukan para guru madrasah swasta dalam pembahasan di tingkat yang lebih tinggi.

“Setelah reses ini selesai, kami di Komisi VIII siap mengawal aspirasi dari teman-teman PGMM untuk diperjuangkan bersama dalam forum yang lebih tinggi,” pungkasnya.

 

 




TERKINI




Rekomendasi

...